Klaim Kemenangan Jadi Bahan Olok-olok Masyarakat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Klaim kemenangan dua kubu paslon capres/cawapres mengundang keprihatinan sejumlah masyarakat sipil. Sikap itu dianggap mencoreng wibawa yang dibangun susah payah.

“Saya kasihan bahkan iba. Sebab kelihatan sekarang mereka menjadi bahan olok-olok masyarakat. Apa yang dikatakan mereka viral dan dijadikan parodi,” ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti dalam deklarasi bersama di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (21/4).

Dia menuturkan, para paslon capres dan cawapres pastinya membangun kehormatan wibawa politik dengan sangat lama. Bahkan pengorbanan untuk menghadirkan kecintaan publik dilakukan bertahun-tahun.

“Tapi jangan sekarang jadi olok-olok masyarakat kepada mereka. Situasi yang sekarang ini jadi bahan lelucon, tertawaan, olok-olok di tengah masyarakat,” sebut dia.

Untuk itu, dia meminta para paslon yang juga elite politik menahan diri dan menunggu hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Jangan sampai menjadi bahan olok-olok. Tunggu hasil pemilu. Sebaiknya tahan diri menyampaikan klaim kemenanganan,” tukas Ray.

Klaim kemenangan dinilai bakal berujung ketidakpercayaan kepada hasil pemilu nantinya. “Apalagi hingga memunculkan pandangan bahwa Demokrasi sedang dibajak,” jelas dia.

Senada, Direktur Exposit Strategic, Arif Susant menambahkan, pandangan tersebut akan mengadaikan soliditas yang sejatinya terbentuk jauh sebelum pemilu.

“Sangat sayang soliditas digadaikan hanya untuk pemenuhan ambisi kekuasaan. Masyarakat yang semakin dewasa jangan dikerdilkan elite yang kelewat ambisi kekuasaan,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...