Stres dengan Kekeliruan Perhitungan Suara, Ketua KPPS Tusuk Perut Sendiri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 7 Kelurahan Lesanpuro, Kota Malang, melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menusukkan golok ke perutnya sendiri.

Korban yang bernama Subali (42) nekat melakukan itu diduga karena stres akibat perolehan penghitungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baru-baru ini.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (20/4) kemarin. Warga Jalan Lesanpuro II itu diduga kelelahan dan stress pasca proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, 17 April lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat proses penghitungan suara, diduga terjadi kesalahan. Yakni ada selisih kelebihan suara, antara hitungan DPD dan DPRD Kota Malang.

Mengetahui adanya kekeliruan tersebut, Subali kemudian merasa stres. Dia lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil golok koleksinya yang diletakkan di atas lemari. Ia pun menusukkan golok tersebut ke perutnya sendiri sebanyak dua kali. Mengetahui hal itu, keluarga korban kemudian membawa Subali ke Rumah Sakit Panti Nirmala Malang untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, mereka menduga peristiwa itu merupakan aksi bunuh diri. “Yang bersangkutan menusuk perutnya sebanyak dua kali di perut,” ujarnya, seperti dikutip dari Jawapos.com (grup FAJAR), Minggu (21/4/2019).

Asfuri menyampaikan, aksi tersebut dilakukan korban lantaran stress akibat hasil penghitungan suara. “Dia ditemukan keluarganya dalam kondisi terluka. Setelah diinterogasi, ternyata stres karena ada selisih penghitungan,” terangnya.

Rupanya, lanjut dia, korban juga sempat terlihat gelisah dan kurang tidur selama tiga hari sebelum peristiwa itu terjadi. Asfuri menegaskan, kejadian tersebut murni karena korban stres, bukan karena intimidasi.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Ashari Husen, mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan lebih lanjut. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment