Tips Menggunakan Plastik dengan Bijak

Minggu, 21 April 2019 - 16:21 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Permasalahan sampah plastik yang kompleks membuat akhirnya muncul kampanye untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Mungkinkah?

“Apakah kita harus mundur lagi ke belakang dengan kembali menggunakan logam, kayu, atau kertas? Ingat, kertas juga tidak ramah lingkungan karena sama saja menebang banyak pohon. Yang harus kita lakukan adalah bijak menggunakan plastik dengan menerapkan apa yang sudah kita hapalkan bersama, yaitu reduce, reuse dan recycle,” jelas Ir. F. M Erny S. Soekotjo M.Sc Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT dalam siaran persnya yang diterima Fajar.co.id, Minggu (21/4).

Keunggulan plastik bagaimanapun sulit tergantikan, setidaknya sampai ada material yang bisa menggantikannya. Memang ada beberapa peneliti muda tanah air yang mencoba menemukan alternatif pengganti plastik.

Sayangnya, menurut Erny, produk-produk alternatif pengganti plastik belum diserap industri dalam skala besar. “Sebagian bahkan menimbulkan isu baru yaitu mikroplastik, yaitu komponen plastik yang mudah terurai dan mencemari tanah,” jelasnya.

Baca juga Plastik, Dimusuhi Namun Dibutuhkan
Budaya Mengelola Sampah di Indonesia Masih Rendah

Kevin Kumala, pendiri Avani Eco, salah satu produsen plastik biodegradable, sependapat. Menurutnya, produk pengganti plastik tidak akan menyelesaikan masalah. Selain pasar terbatas, harga plastik biodegradable ini jauh lebih mahal dari plastik pada umumnya.

“Makanya diperlukan kolaborasi massal untuk menyelesaikan masalah plastik ini. Kami hanya berusaha mencari solusi yaitu menambahkan slogan reduce, reuse, dan recycle dengan replace. Replace akan menjadi amunisi baru untuk dapat menyelesaikan limbah plastik,” jelas Kevin.

Menurut Kevin, sekecil apapun upaya yang dilakukan, bisa memberikan kontribusi dan diharapkan akan menjadi suatu gerakan besar. Small action does create big impact. Kita bisa meminimalisir limbah plastik mulai dengan refuse.

“Contoh, jika kita pergi ke kafe, kita bisa memulai gerakan diet plastik dengan mengatakan no untuk sedotan plastik. Jika ini terus diterapkan, saya yakin akan memiliki dampak besar. Dari situ kita berharap dapat mengurangi penggunaan plastik sehari-hari dan membantu negara menjadi lebih bersih dan hijau,” kata Kevin menjelaskan.

Tips Menggunakan Plastik dengan Bijak

Bagaimanapun, plastik masih memiliki nilai jual tinggi. Andai saja, limbah plastik dikelola dengan benar, mereka tidak akan sampai ke laut. Hasilnya, produk daur ulang bernilai tinggi, mulai dari ember dan peralatan dapur hingga serat pakaian poliester.

Mulai sekarang, yuk gunakan plastik dengan bijak dimulai dari diri sendiri:

1. Mulailah Mempercantik Tempat Sampah

Jangan hanya ruang tamu dan taman yang dipercantik, tetapi percantik juga tempat sampah di dapur. Cuci setiap hari tempat sampah seperti halnya mencuci perabotan yang lain.

2. Belajar Memilah Sampah dengan Benar

Pemilahan sampah yang benar bukan “organik” dan “non organik” tetapi dibedakan berdasarkan materialnya, yaitu sampah plastik, sampah organik, sampah kertas, sampah kaca dan sampah logam.

3. Belajar Mendaur Ulang Sampah

Tidak ada salahnya belajar membuat biopori, yaitu membuat kompos sendiri di halaman rumah yang berasal dari sampah organik. Dengan begitu, hanya sampah plastik dan non organik yang akan sampai di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Jika sampah organik ini berkurang, akan jauh mengurangi beban TPA. Menurut data, sampah di TPA Bantar Gebang ternyata didominasi sampah rumah tangga yang organik, mencapai 48%. Hanya 15% sampah plastik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.