Tips Menggunakan Plastik dengan Bijak


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Permasalahan sampah plastik yang kompleks membuat akhirnya muncul kampanye untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Mungkinkah?”Apakah kita harus mundur lagi ke belakang dengan kembali menggunakan logam, kayu, atau kertas? Ingat, kertas juga tidak ramah lingkungan karena sama saja menebang banyak pohon. Yang harus kita lakukan adalah bijak menggunakan plastik dengan menerapkan apa yang sudah kita hapalkan bersama, yaitu reduce, reuse dan recycle,” jelas Ir. F. M Erny S. Soekotjo M.Sc Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT dalam siaran persnya yang diterima Fajar.co.id, Minggu (21/4).Keunggulan plastik bagaimanapun sulit tergantikan, setidaknya sampai ada material yang bisa menggantikannya. Memang ada beberapa peneliti muda tanah air yang mencoba menemukan alternatif pengganti plastik.Sayangnya, menurut Erny, produk-produk alternatif pengganti plastik belum diserap industri dalam skala besar. “Sebagian bahkan menimbulkan isu baru yaitu mikroplastik, yaitu komponen plastik yang mudah terurai dan mencemari tanah,” jelasnya.Baca juga Plastik, Dimusuhi Namun DibutuhkanBudaya Mengelola Sampah di Indonesia Masih RendahKevin Kumala, pendiri Avani Eco, salah satu produsen plastik biodegradable, sependapat. Menurutnya, produk pengganti plastik tidak akan menyelesaikan masalah. Selain pasar terbatas, harga plastik biodegradable ini jauh lebih mahal dari plastik pada umumnya.”Makanya diperlukan kolaborasi massal untuk menyelesaikan masalah plastik ini. Kami hanya berusaha mencari solusi yaitu menambahkan slogan reduce, reuse, dan recycle dengan replace. Replace akan menjadi amunisi baru untuk dapat menyelesaikan limbah plastik,” jelas Kevin.

Komentar

Loading...