Caleg PPP Adukan Dugaan Money Politics

Senin, 22 April 2019 - 13:24 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Calon anggota legislatif Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Tabri mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindak tegas pelaku politik uang. Dia merasa dirugikan oknum caleg sesama partainya yang masif melakukan serangan amplop H-2 hingga hari pencoblosan 17 April lalu.

“Tim saya sudah mengumpulkan bukti-bukti dan menyiapkan saksi. Saksinya orang yang menerima duit itu, dan kami sudah tahu siapa pemberinya. Sesama caleg PPP. Kalau tidak menindaklanjuti laporan yang masuk itu berarti ada yang salah dengan Bawaslu Makassar,” kata Tabri, Senin 22 April.

Laporan dugaan money politics itu sudah dilayangkan sejak Jumat 19 April lalu. Namun pihak Bawaslu baru sekadar menerima laporan, belum dilakukan pemeriksaan untuk BAP.
“Jika ditelusuri pasti terbukti karena Bawaslu punya penyidik di Gakkumdu. Dan jika penyidik masih butuh bukti segera kita berikan,” katanya.

Caleg yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Mariso, Mamajang, dan Tamalate ini merasa dirugikan, pasalnya basis yang selama ini digarapnya hilang tiba-tiba di sejumlah kelurahan.

“Jika dibiarkan, yang dilantik bukan suara terbanyak, karena ada panwas. Seharusnya diberi sanksi sesuai pelanggarannya. Pemilihan ini sudah selesai dan banyak dinamika yang terjadi, banyak orang baik jadi caleg tetapi dalam perjalanan banyak oknum caleg melakukan pelanggaran tidak diketahui Bawaslu,” katanya.

Baca Juga: Tak Cukup Minta Maaf, KPU Bisa Diseret Secara Hukum

Kata dia, dari UU Ppemilu, yang melakukan seperti itu pidana 2 tahun penjara denda Rp24 juta dan sanksi administrasi bisa TMS. “Kebohongan yang dilakukan berulang tanpa counter maka bisa dianggap kebenaran. Sebenarnya yang menang bukan yang banyak suaranya. Tetapi yang dapat suara dengan layak. Sangat banyak pelanggaran yang terjadi, dan tolong jangan Bawaslu kredibilitasnya rusak.

“Saya sampai saat ini yakin bahwa suara saya bersih, layak dan pantas. Tidak ada suara saya beli, murni bahkan ada yang dibelokkan oleh orang yang tidak mau bertarung dengan fair,” sambung Tabri. (rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.