Koopsau II Kembali Gelar Latihan Sikatan Daya 2019

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MADIUN –- Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II kembali menggelar latihan antarsatuan dalam jajaran Koopsau II, Sikatan Daya 2019. Dibuka langsung Panglima Koopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, dihadiri para Danlanud jajaran, Inspektur Koopsau II, para Asisten, para pejabat Lanud, dan para Kolat, serta pelaku Latihan Sikatan Daya, di Lanud Iswahjudi Madiun, Senin (22/4/2019).

Latihan Sikatan Daya 2019 ini, melibatkan para penerbang pesawat tempur, terutama pesawat tempur F-16 yang bermarkas di Lanud Iswahjudi Madiun, serta pesawat tempur canggih Sukhoi yang bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Rangkaian latihan sikatan daya tahun 2019, dibagi dalam dua tahap, meliputi gladi posko, dilanjutkan dengan Tactical Air Manouvering Game (TAMG) dan puncaknya akan dilakukan  kegiatan manuver lapangan dengan menggunakan pesawat tempur F-16 dan Sukhoi.

Pangkoopsau II Marsda Henri Alfiandi mengatakan, latihan  Sikatan Daya tahun 2019 bertujuan menguji kesiapan satuan-satuan dalam jajaran, sekaligus membina tingkat profesionalisme  satuan-satuan di jajaran Koopsau II.

Sebelum pelaksanaan manuver lapangan, para pelaku latihan  akan memulai kegiatan gladi posko. “Gladi posko diharapkan     akan  terjalin  suatu koordinasi yang lebih baik, serta akan dicapai tingkat keterpaduan di antara pelaku latihan,” jelas Pangkoopsau II.

Menurutnya, Latihan Sikatan Daya merupakan program latihan Koopsau II tahun 2019, dengan maksud untuk menguji rencana operasi Koopsau II  dan merupakan kelanjutan dari latihan satuan jajaran Koopsau II yang telah dilaksanakan sebelumnya di satuan masing-masing. Di antaranya latihan perorangan dan latihan satuan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit.

Lebih lanjut Pangkoopsau II mengatakan, meskipun latihan ini        merupakan latihan intern jajaran Koopsau II, tapi hendaknya seluruh pelaku dapat melaksanakannya dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab. “Karena dalam kegiatan manuver lapangan nanti akan mendekati realita kondisi operasi sesungguhnya. Selain itu penggunaan amunisi tentu akan menuntut skill dan kecermatan yang tinggi,” ungkapnya.

Untuk itu, Pangkoopsau II minta kepada seluruh peserta latihan untuk selalu mengutamakan aspek lambangja serta profesional dalam melaksanakan  setiap tahapan latihan. “Lakukanlah setiap tahapan latihan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Tuntutan  akan  profesionalisme ini menjadi sesuatu yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Hal ini terkait dengan kesiapan kita dalam mendukung latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha 2019,” imbuhnya. (lis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...