Lebih Dekat dengan Anna Mariana, Pejuang Tenun Songket Indonesia

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bicara mengenai sosok pahlawan perempuan, Raden Ajeng Kartini mengingatkan kita pada sosok figur perempuan yang didaulat paling berjasa bagi kaum perempuan di Indonesia untuk kiranya lebih maju. Mengingatkan pada perjuangan seorang perempuan agar mendapatkan hak yang setara dengan kaum pria khususnya hak dalam mendapat kan pendidikan.

Bagi seorang desainer, Anna Mariana mengaku mendapatkan pelajaran dalam bersoaialisasi dengan baik, berbaur dengan semua kalangan dari sosok Kartini. Karena menurutnya setiap manusia pada hakekat nya diciptakan sama derajatnya, tanpa membedakan status sosial atau kasta.

“Perempuan itu harus berani dan optimis dalam setiap menentukan langkah kehidupan, serta berani tegas dalam setiap mengambil keputusan. Harus dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kaum Perempuan Indonesia, agar mampu berdiri sendri dan mandiri,” kata Anna, begitu ia disapa.

Perempuan kelahiran Kota Solo pada 1 januari 1960 silam ini juga mengatakan bahwa perempuan Indonesia harus semangat dalam meraih pendidikan setinggi-tingginya dan meraih cita-cita yang setinggi- tingginya. “Harus mampu menjalani kehidupannya sesuai peranannya masing-masing dan dituntut untuk dapat menjalani kehidupan ekonomi, politik dan social,” ujar Anna.

Menyikapi sosok Kartini di era milenial ini, Anna Mariana menyarankan agar kaum perempuan tidak boleh melupakan kodratnya, hakikatnya, sebagai seseorang perempuan yang mempunyai sumber kelembutan.

Kartini Indonesia masa kini harus pintar dan menginspirasi, kuat, tangguh dan gigih, agar dapat mewujudkan impian nya, kaum perempuan Indonesia harus semangat dalam menuntut ilmu pendidikan di sekolah setara dengan pria, serta dapat menjadi teladan, mampu menjadi wanita cerdas, pemberani, bekerja keras, dan bekerja dengan ikhlas.

Kartini Pengrajin Tenun dan Songket Indonesia

Jika sosok Kartini dikenal sebagai sosok pejuang pembela kaum perempuan di bidang pendidikan. Anna Mariana adalah sosok pejuang yang membina dan mengembangkan para pengrajin tenun dan songket khususnya para pengrajin-pengrajin perempuan di Indonesia.

Anna Mariana tertarik untuk membina dan mengembangkan pengrajin-pengrajin tenun dan songket tradisional di berbagai daerah berawal dari rasa kecintaannya pada budaya tenun dan songket tradisional Indonesia. Rasa cintanya itu lah yang kemudian melahirkan benih semangat dalam membangkitkan semangatnya, serta rasa keinginannya untuk mengembangkan budaya tenun dan songket Indonesia secara lebih baik dan meluas.

“Tenun dan songket kesemuanya mempunyai nilai keluhuran sejarah budaya dan filosofi nya yang tinggi, mulai dari sistem pembuatannya yang masih di pertahan sampai saat ini yaitu dengan cara tradisional dan hand made,” jelas Anna.

“Semua produk-produknya mempunyai ciri khas , keindahan, keunikan motif yang berbeda beda di setiap masing-masing daerahnya di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Kiprahnya dalam mengembangkan tenun dan songket Indonesia, dari perjuangannya selama kurang lebih selama 36 tahun telah melahirkan jutaan pengrajin tenun dan songket yang menjadi binaan-binaannya selama ini yang berada di bawah naungan Yayasan Cinta budaya Kain Tradisional Nusantara ( CBKN ) dan Komunitas Tekstile tradisional Indonesia ( KTTI ).

Anna mengaku dalam memperjuangkan ini, ia membangun semangat dan ketekunan, kesabaran, kepada para pengrajin sebelum memulai bekerja. Anna bersama para guru-guru yang telah berpengalaman secara turun temurun terus mengembangkan budaya tenun-tenun dan songket tradisional indonesia.

Ia juga tak henti-hentinya berupaya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para pengrajin-pengrajin agar dapat menghasil kan kwalitas motif-motif, warna-warna kain tenun- tenun dan songket tradisional indonesia agar selalu dapat menghasilkan produk yang inovatif.

“Kami selalu menekankan serta mengutamakan dalam hal pembinaan kepada para pengrajin-pengrajin agar semua produk-produknya dapat melahir kan kwalitas yang berstandart terbaik agar mampu memenuhi pasar dalam negeri maupun Internasional,” jelas Anna.

Dalam hal memberikan fasiltas, modal kerja, sampai menentukan bahan bakunya, kesemua pembinaan dilakukan mulai dari hulu sampai hilir, termasuk membantu dalam hal pemasaran produk-produknya.

Melakukan perekrutan bagi kaum ibu-ibu yang masih produktif untuk bekerja, juga pada generasi muda milenial saat ini yang bertujuan agar terus dapat menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan produk-produk tradisional Indonesia.

“Dengan begitu kita dapat meningkatkan sektor industri ekonomi kreatif bagi masyarakat pengrajin tenun- tenun dan songket Indonesia itu sendri,” pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment