Unggul Pilpres 2019 Versi Quik Count, Relawan Jokowi-Amin Gelar Syukuran

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat dan seluruh element relawan Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) gelar syukuran di Rumah Aspirasi Jokowi-Amin. Sykuran digelar atas kemenangan pasangan Jokowi-Amin yang berhasil unggul dari pesaingannya Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Michael Umbas mengungkapkan ratusan relawan dan masyarakat hadir dalam acara tersebut. Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Moeldoko pun turut hadir dalam acara sykuran tersebut.

Umbas mengatakan bahwa, perjuangan memenangkan Jokowi-Amin bukanlah jalan mudah. Ia mengungkapkan mulai masa kampanye 23 September 2018-13April 2019, begitu banyak fitnah, kabar hoax, ujaran kebencian menerpa Jokowi-Amin.

“Namun, kami berhasil melalui itu. Para relawan dan rakyat yang mencintai Jokowi-Amin, sedikit pun tak gentar. Peluh lelah terbayar lunas, Jokowi-Amin menang pada Pilpres 2019,” tututrnya kepada wartawan, di Jakarta, kemarin.

Lanjut Umbas mengungkapkan, ekspresi rakyat pun tak terbendung. Berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat lembaga-lembaga survei, Jokowi-Amin unggul dengan selisih sekitar 10 persen (double digit) atas Prabowo-Sandi. “Keunggulan yang bisa kami bilang telak. Meski kami tetap harus menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019,” katanya.

Dengan hasil yang memuaskan dari usaha yang telah dilalui, Umbas mengatakan tentu tak ada salahnya pihaknya mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. “Dalam acara syukuran, kami memanjatkan doa yang dipimpin tokoh-tokoh lintas agama. Kami merayakan kemenangan ini dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Sambil menunggu dan mengawal proses tahapan KPU, Umbas mengatakan bahwa, pihaknya menyampaikan pesan kepada paslon 02 Prabowo-Sandi.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. 2014 Pak Prabowo dan tim dengan bangga mempertontonkan aksi sujud syukur dan aneka klaim bukti kecurangan namun pada akhirnya menguap bak ditelan bumi karena tidak bertumpu pada fakta. Kebenaran memang tidak akan pernah bisa diputarbalikkan,” pungkasnya. (yog).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...