Ini 5 Alasan Rambut Rontok

Selasa, 23 April 2019 - 13:29 WIB

FAJAR.CO.ID–Memang benar bahwa pria lebih mungkin untuk kehilangan rambut daripada perempuan, sebagian besar karena kebotakan.

Namun, rambut menipis dan rontok juga sering terjadi pada wanita. Penyebab rambut rontok sangat bervariasi, dari yang paling sederhana seperti kekurangan vitamin, hingga ke masalah yang lebih kompleks, yaitu tanda dan gejala dari suatu penyakit.

BACA JUGA: Rambut Rontok Berhubungan dengan Kanker Prostat?

“Menipisnya rambut sangat umum dan bisa disebabkan oleh genetika atau bisa dipengaruhi oleh kesehatan dan pola makan,” kata Tracey Walker, direktur pendidikan di The Institute of Trichologists, seperti dilansir laman Virginmediatelevison.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda mungkin mengalami kerontokan atau penipisan rambut.

Stres

Stres yang disebabkan oleh kecelakaan, penyakit, dan operasi, serta obat-obatan tertentu, diet ketat, bisa mengarah pada sesuatu yang disebut ‘telogen effluvium akut’, atau kerontokan rambut reflektif.

Kondisi ini bisa memengaruhi pria dan wanita, dan seperti namanya, jenis rambut rontok ini bisa mencerminkan apa yang terjadi dalam tubuh, jadi jika stres dihentikan atau dihindari, pemulihan penuh dimungkinkan.

Diet

Folikel rambut adalah yang paling aktif secara metabolik dalam tubuh, dan pertumbuhan rambut bisa dipengaruhi oleh kekurangan kalori dan protein, serta defisiensi mikronutrien.

Kerontokan rambut jangka panjang bisa disebabkan oleh kadar zat besi yang rendah, yang lebih sering terjadi pada wanita.

Ada juga bukti kekurangan vitamin D bisa menyebabkan rambut rontok dan masalah rambut lainnya. Vitamin D menstimulasi folikel rambut untuk tumbuh, jadi ketika tubuh tidak memiliki cukup, rambut mungkin terpengaruh.

Vitamin B12 adalah studi defisiensi lain yang umum dikaitkan dengan kerontokan rambut.

Masalah Tiroid

Tiroid yang kurang aktif atau tiroid yang terlalu aktif bisa menyebabkan rambut rontok, karena produksi hormon yang terganggu memengaruhi perkembangan rambut pada akar.
Ketika rambut rontok, itu mungkin tidak digantikan oleh pertumbuhan baru, yang bisa menyebabkan penipisan.

Usia, Gen, dan Hormon

Kebotakan pola pria adalah bentuk kerontokan rambut yang paling umum pada pria. Usia, genetika, dan testosteron semuanya berperan dalam kerontokan rambut pria dan wanita.

Penelitian menunjukkan kebotakan pola pria bisa disebabkan oleh sensitivitas berlebihan terhadap dihidrotestosteron (DHT), yang mendorong pertumbuhan rambut wajah dan tubuh.

Sementara pola rambut rontok wanita umumnya menjadi terlihat setelah menopause, karena menurunkan kadar estrogen, yang berarti ada lebih banyak testosteron bebas dalam tubuh.

Namun, kondisi ini bisa terjadi kapan saja ketika terjadi perubahan hormon, dan pada wanita yang lebih muda, hal ini bisa menunjukkan sindrom ovarium polikistik.

Alopecia

Ada berbagai jenis alopecia, dan meskipun sering menyebabkan rambut rontok total, tanda-tanda pertama biasanya penipisan rambut sementara.

Walker mengatakan jenis yang disebut frontal fibrosing alopecia menjadi lebih umum pada wanita pasca-menopause dan sering diabaikan sebagai penipisan rambut umum yang berkaitan dengan usia.

Baca Juga: Cegah Anemia dengan Makan 6 Jenis Makanan Ini

Namun, jika didiagnosis dengan benar, maka obat bisa digunakan untuk memperlambat atau menghentikan kerontokan rambut.

Ada juga jaringan parut alopecia, juga dikenal sebagai cicatricial alopecia, yang mengacu pada gangguan yang bisa menyebabkan kerontokan rambut, seperti lichen planopilaris, lupus erythematosus dan sindrom Sjogren. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.