KPU Usul Pemilu Serentak Terpisah, Nasional dan Daerah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan evaluasi terhadap gelaran Pemilu serentak 2019. Evaluasi tersebut adalah pemisahan pelaksanaan Pemilu untuk tingkat nasional dan daerah.

Terkait pemisahan pemilihan di tingkat nasional, ‎Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari mengatakan, hal ini mencangkup Pilpres, Pileg DPR, dan Pileg DPD. Sedangkan pemilu tingkat daerah ini mencangkup pemilihan Gubernur, pupati/wali kota, Pileg untuk DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Pemilu serentak nasional untuk Pilpres, Pemilu DPR, dan DPD yang memilih pejabat tingkat nasional,” ujar Hasyim di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (23/4).

Hasyim mengatakan, nantinya Pemilu tingkatan daerah dilakukan lebih dahulu dibandingkan di tingkat nasional. Namun Hasyim mengatakan, itu adalah masih bagian dari Pemilu lima tahunan. Nantinya Pemilu tingkat daerah bakal dilakuan di tengah-tengah Pemilu nasional.

“Artinya nanti diselenggarakan di tengah jangka waktu lima tahunan pemilu nasional. Misalnya pemilu serentak nasional 2019, dalam 2,5 tahun berikutnya (2022) ada pemilu serentak daerah,” katanya.

Hasyim menjelaskan ada empat alasan pentingnya pelaksanaan pemilu serentak yang dipisahkan. Pertama dari segi aspek politik. Menurutnya, akan terjadi konsolidasi politik yang semakin stabil, karena koalisi parpol dibangun pada bagian awal (pencalonan).

Kemudian kedua aspek manajemen penyelenggaraan pemilu, beban penyelenggara pemilu lebih proporsional, dan tidak terjadi penumpukan beban yang berlebih.

Baca Juga: Penyelenggara Berguguran, Politikus PKS Usul Pemilu Dibuat Sederhana

Ketiga, aspek pemilih. Hasyim mengatakan aspek pemilih akan lebih mudah dalam menentukan pilihan. Karena pemilih lebih fokus dihadapkan kepada pilihan pejabat nasional dan pejabat daerah dalam dua pemilu yang berbeda.

“Keempat adalah aspek kampanye. Aspek itu, adanya isu-isu kampanye semakin fokus dengan isu nasional dan isu daerah yang dikampanyekan dalam pemilu yang terpisah,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...