Tim PKM UNM Berdayakan Gelandangan dan Pengemis Melalui Sekolah Impian

Selasa, 23 April 2019 - 13:52 WIB

FAJAR.CO.ID — Tiga orang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), masing-masing Harlina, Nurhaliza dan Siti Khumaerah menggagas sebuah program pengabdian masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-M) dengan menggerakkan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Kecamatan Bangkala, dalam program Sekolah Impian. Ketiga anggota PKM ini terdiri atas dua orang mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNM, dan satu orang dari prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, UNM.

Karya yang berjudul “Sekolah Impian Bagi Para GEPENG Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan di Kabupaten Jeneponto” adalah salah satu langkah pengembangan ekonomi di Kabupaten Jeneponto dengan memberdayakan masyarakat Desaku Menanti di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Desaku Menanti adalah program yang didirikan oleh pemerintah setempat bagi para gelandangan dan pengemis dengan mengembalikannya ke desa.

Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian masyarakat ini yakni mengoptimalkan potensi ekonomi dengan budidaya ikan lele, menumbuhkan sikap religius dengan pengajaran baca tulis Qur’an, serta meningkatkan kemampuan literasi sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Pelaksanaan PKM-M ini didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) dan UNM melalui hiba Program Kreativitas Mahasiswa 2019.

Untuk mengembangkan program sekolah impian dengan inovasi baru, salah satu caranya yaitu melibatkan masyarakat dalam merumuskan masalah hingga solusi. Sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan dalam proses pengembangan masyarakat, yaitu pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat yang menekankan pada keterlibatan masyarakat. Tujuan dari metode ini adalah perencana, dan pelaksana program.

Pelaksanaan PKM-M ini diawali dengan penyamaan persepsi dengan kelompok mitra pada tanggal 31 Maret 2019, yaitu dengan menjaring aspirasi anggota kelompok mitra terkait permasalahan penting yang harus ditangani dalam upaya mengatasi kemiskinan di Kab. Jeneponto, lebih khusus masyarakat Desaku Menanti. Dari kegiatan perumusan permasalahan tersebut dihasilkan beberapa masalah yang dirumuskan oleh masyarakat, yaitu kondisi ekonomi yang rendah serta lapangan pekerjaan yang kurang memadai untuk masyarakat setempat. Sedangkan permasalahan terkait anak-anak adalah, minimnya pengetahuan literasi dan baca tulis Qur’an.

Selanjutnya dilakukan kegiatan perumusan solusi oleh kelompok mitra bersama dengan tim pengabdi terkait permasalahan yang telah dirumuskan. Solusi yang telah dirumuskan dan disepakati terkait permasalahan ekonomi adalah perlu adanya bantuan pelatiahan wirausaha serta modal untuk berwirausaha. Sedangkan solusi terkait permasalahan anak-anak adalah, melaksanakan pengajaran literasi serta baca tulis Alquran.

Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan literasi dan baca tulis Qur’an. Tak lupa doa dan usaha agar program ini terus terjaga keberlanjutannya demi kesejahteraan masyarakat Desaku Menanti yang akan membawa dampak positif bagi Kabupaten Jeneponto dan Indonesia pada umumnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.