Dirut PLN Tersangka Suap, Ini Komentar Jokowi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Presiden RI, Joko Widodo ikut buka suara terkait penetapan Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap proyek kerjasama PLTU Riau 1. Sofyan Basir diduga menjadi perantara pertemuan antara Eni Maulani Saragih dan pihak Blackgold.

“Iya, berikan kewenangan KPK untuk menyelesaikan setiap masalah-masalah hukum yang ada dalam hal ini korupsi,” kata Jokowi singkat di Jakarta, Rabu (24/4).

Sofyan menjadi tersangka keempat dalam perkara yang diawali operasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Juli tahun lalu itu. Mantan Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tersebut menyusul tiga orang lain yang lebih dulu diproses KPK.

Yaitu, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, dan pemegang saham mayoritas Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo.

Baca Juga: Tetapkan Tersangka, KPK Sebut Sofyan Basir Punya Peran Penting

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut Sofyan berperan penting dalam skandal suap tersebut. Diawali dari buntunya permohonan anak perusahaan Blackgold, PT Samantaka Batubara, untuk mendapatkan proyek independent power producer (IPP) PLTU Riau 1 pada 2015.

“Akhirnya, Johannes Kotjo mencari bantuan agar diberi jalan untuk berkoordinasi dengan PLN,” kata Saut di gedung KPK kemarin. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...