Isis Rilis Foto Para Dalang Bom Paskah di Sri Lanka

Rabu, 24 April 2019 - 09:52 WIB
Foto: Screenshot

FAJAR.CO.ID, NEGOMBO—Isis telah merilis gambar yang menunjukkan dalang pembantaian bom Minggu Paskah di Sri Lanka, yang menewaskan 321 orang. Ulama ekstremis Zahran Hashim diyakini berada di tengah-tengah gambar, dikelilingi oleh tujuh pembom bunuh diri. Hashim telah diidentifikasi sebagai orang yang merencanakan serangan. Gambar itu dirilis oleh kantor berita propaganda ISA Amaq.

Kelompok teror sebelumnya menyebut pembom yang bersama Hashim sebagai Abu Ubayda, Abu al-Mukhtar, Abu Khalil, Abu al-Bara’a, Abu Muhammad dan Abu Abdullah. Mereka semua terlihat berdiri di depan bendera Isis. Ledakan itu menewaskan delapan warga Inggris. Isis sebelumnya mengklaim, melalui Amaq, bahwa pemboman itu adalah ulah ‘pejuang Negara Islam’.

Tidak ada bukti yang diberikan untuk mendukung klaim. Ini terjadi setelah menteri pertahanan negara Ruwan Wijewardene mengatakan kepada parlemen hari ini bahwa “penyelidikan awal telah mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di Sri Lanka” adalah serangan balas dendam atas pembantaian Christchurch.

Lima puluh orang tewas dalam serangan penembakan terhadap dua masjid di kota Christchurch Selandia Baru pada 15 Maret. Kantor perdana menteri Selandia Baru mengatakan dia mengetahui komentar yang mengaitkan pemboman Paskah Sri Lanka dengan serangan masjid di Christchurch, meskipun tidak ada keterangan intelijen apa pun yang menjadi dasar penilaian itu. Kantor Jacinda Ardern juga menambahkan bahwa ‘penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal’.

Polisi di Sri Lanka telah menangkap 40 orang sebagai bagian dari penyelidikan atas pemboman tiga gereja dan tiga hotel. PBB mengatakan lebih dari 320 orang tewas dalam serangan itu, termasuk 45 anak-anak dan delapan warga negara Inggris. Setidaknya 500 orang terluka.

Serangan itu adalah yang terburuk yang pernah terjadi terhadap Kristen minoritas di negara itu. Seorang juru bicara UNICEF mengatakan pada hari Selasa ‘total sekarang ada 45 anak yang meninggal’. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.