Kasus Bupati Bulukumba Naik ke Pidana Khusus, Andi Ichwan Diperiksa di Kejati Hari Ini

Rabu, 24 April 2019 - 10:44 WIB
Kajati Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan memeriksa Andi Ichwan, pelapor dugaan korupsi proyek irigasi Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, Senin 24 April 2019.

Surat pemanggilan untuk Ichwan dilayangkan Kajati terkait pengembangan kasus tersebut dari sebelumnya ditangani telah menaikkan status kasus ini ke Pidana Khusus (Pidsus) dan telah mengeluarkan Sprindik (Surat Perintah Penyelidikan).

Akbar Faizal, Anggota Komisi 3 DPR-RI, yang mengawal kasus ini sejak awal membeberkan, Ichwan diperiksa didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memastikan tak ada intervensi dari pihak manapun.

“Sesuai tata aturan dibutuhkan waktu 30 hari setelah keluarnya surat penyelidikan untuk dikeluarkan sprindik dan dinaikkan status menjadi penyidikan guna penetapan tersangka. Hari ini untuk pertama kalinya Ichwan diperiksa setelah ditangani pidsus,” kata Akbar Faizal di Makassar, Rabu (24/4/2019).

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali terseret kasus dugaan suap Rp49 miliar pada proyek Sumber Daya Air di Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2016-2017.

Kasus dugaan korupsi yang diindikasi melibatkan Bupati Bulukumba, bermula ketika seorang PNS dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Andi Ichwan, membocorkan di akun facebooknya tentang dugaan korupsi proyek irigasi, sambil menunjukkan proposal dan uang pecahan yang digunakan sebagai uang suap pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus pada APBNP 2017 di Kementerian PUPR.

Dari rencana anggaran Rp 49 Miliar (APBN-P) 2017, namun turun pada TA 2018 sebesar Rp 30 Miliar. Pada proses negosiasi dengan Kementerian Keuangan inilah terjadi proses yang diduga praktek korupsi terjadi antara para pihak. Dan peran Bupati Bulukumba menjadi sentral disini. (aci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.