Miris… Triwulan Pertama, Pendapatan Asli Daerah Dua SKPD di Lutra Tidak Ada

Rabu, 24 April 2019 - 08:19 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Kinerja dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Luwu Utara sangat rendah. Tidak adanya pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) pada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi pada triwulan pertama membuat keduanya dapat rapor merah.

Asisten III Pemkab Luwu Utara, Kasrum, mengatakan, pendapatan dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Luwu Utara tidak ada yang masuk pada 30 Maret lalu.

”Seharusnya sudah mencapai 20 persen dari target Rp100 juta lebih,” kata Kasrum kepada FAJAR, Selasa, 23 April 2019.

Menurutnya, kendala yang dihadapi pihak UPTD Metrologi Legal Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi dan UKM karena tidak memiliki tenaga penerah ahli.

Satu orang sedang ikut pendidikan dan latihan untuk menjadi penera. Sementara dari Disnakertrans belum ada yang menyewah gedung pertemuan UPTD Balai Latihan Kerja.

Hanya retribusi pasar dan pajak restoran yang aktif memberikan konstribusi pendapatan asli daerah. Hanya saja, dia tidak menyebut nilai yang masuk.

Kepala UPTD Meterologi Legal, Hasim Pahri mengatakan target yang diberikan mencapai Rp124 juta. ”Kami belum bisa memberikan kontribusi. Tenaga penera tidak dimiliki. Dulu ada, tapi dimutasi ke ULP,” kata Hasim.

Penera hanya ada di Kota Palopo tapi sudah diminta ikut membatu. Namun, tidak direspon Dinas Perdagangan Kota Palopo. UPTD ini juga menyirati Direktorat Kementerologian di Bandung.

Tetapi belum ada jawaban. Ada 10 permohonan perusahaan yang punya timbangan untuk melakukan peneraan. Tapi tidak ada tenaga ahli yang dimiliki. Makanya belum direalisasikan peneraan.

Retribusi tera ulang alat ukur timbangan hanya Rp10 ribu. Alat ukur SPBU sebanyak Rp150 ribu per nossel. ”Kendala kita juga terkait tidak adanya pendapatan karena tidak memiliki kendaraan oerasional roda empat. Ada bantuan pusat dua unit. Tapi digunakan untuk kegiatan lain,” paparnya. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.