Nyaris Tak Ada Jeda, Penyelenggara Berjatuhan

  • Bagikan
Melelahkan. Namun, mereka tetap memaksakan. Niatnya, menuntaskan tugas yang diemban. Laporan: Sirajuddin, BULUKUMBA SAYANG, pada akhirnya, penyelenggara berjatuhan sakit. Mereka drop. Kondisi ini pula dialami sejumlah petugas pemilu di Bulukumba. Mereka jatuh sakit karena bertugas menyukseskan pemilu 2019. Umumnya mereka lelah dan capek. Lantaran tidak ada jeda dan kurangnya istirahat sebelum pemilu, saat pencoblosan, hingga perhitungan dan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Anggota KPU Bulukumba, Syamsul bertutur, kepadatan aktivitas mereka mulai meningkat pada hari pencoblosan, Rabu 17 April. Waktu istirahat nyaris tidak ada. Sebab, dimulai pukul 07.00 wita hingga dini hari. Bahkan ada yang selesai pada hari Kamis, 18 April. Aktivitas kerja makin padat saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (PPK). Banyaknya jenis kertas suara menyebabkan rekapitulasi melambat. Para petugas memaksakan menyelesaikan rekapitulasinya per desa dalam satu hari. Akibatnya, kondisi fisik mereka menurun. Satu per satu petugas dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Syamsul menyebut beberapa penyelenggara yang dirawat di fasilitas kesehatan. Di antaranya, anggota PPK Herlang, Lina; Ketua PPS Desa Bonto Bangun, Kecamatan Rilau, Ale Ernawati; dan Ketua KPPS 7 Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Nurdin. "Masih banyak yang berjatuhan. Kami tidak hafal berapa jumlahnya, ada yang sudah keluar dan masih dirawat di rumah sakit atau puskesmas," jelas Syamsul, Selasa, 23 April. Meski demikian kondisi mereka sudah berangsur membaik. Bahkan, anggota PPK Herlang sudah siap kembali ke sekretariat kecamatan untuk melanjutkan rekapitulasinya. Padahal kondisi kesehatannya belum stabil.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan