Pengguna Narkoba yang Direhabilitasi Capai 179 Orang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Korban penyalahgunaan narkoba di Kota Palopo sangat tinggi. Selama tiga tahun, pengguna narkoba yang direhabilitasi sudah mencapai angka 179 orang.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, AKBP Ismail Husain mengatakan jumlah penyalahgunaan narkoba di Kota Palopo yang menjalani rehabilitasi sangat banyak.
”Mereka yang ms jalani perawatan jalan sebanyak 179 orang. Memang penyalahgunaan narkoba sangat tinggi,” kata Ismail saat sosialisasi layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi berkelanjutan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo di Aula Hotel Harapan, Selasa, 23 April 2019.

Ismail menyebut, penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Indonesia telah merambah ke seluruh pelosok tanah air tanpa kecuali demikian pula di Kota tercinta Kota Palopo.

BNN sangat prihatin terhadap peredaran narkoba ini. Makanya BNN mengundang Camat Wara Utara, Camat Wara Timur dan empat kelurahan yang ada di Kota Palopo beserta seluruh kepala puskesmas se-Kota Palopo untuk membahas masalah narkoba ini.

Sesuai data BNN yang ada, bahwa di Kecamata Wara Utara, Kecamatan Wara Timur tersebut merupakan daerah Rawan penyalahgunaan narkoba Itu hasil Pemetaan Wilayah Rawan Seksi P2M BNN Kota Palopo.

“Angka tersebut belum yang dirujuk menjalani Rawat inap ke Makassar. Angka ini akan terus bertambah jika seluruh masyarakat tidal peduli dan waspada terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Ismail.

Stigma yang ada di masyarakat membuat para penyalahguna sulit untuk mengakses layanan rehabilitasi yang ada. Hal inilah yang mendasari kegiatan Rehabilitasi kedepannya akan dilaksanakan di masyarakat oleh masyarakat itu sendiri melalui kegiatan screening intervensi lapangan (SIL), pojok konseling adiksi (POKOA), rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) dan agen pemulihan.

Kegiatan Sosialisasi Layanan Rehabilitasi Dan Pascarehabilitasi adalah dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan Dan kemampuan masyarakat, khususnya Yang berada di wilayah Rawan agar dapat memfasilitasi para penyalahgunaan narkoba yang masih sulit mengakses layanan.

Wakil Walikota Palopo, Ir. HM Rahmat Masri Bandaso (RMB) mengungkapkan Narkoba sudah menjadi pembunuh nomor satu di Dunia jika bisa dikatakan, karena menurutnya, itu lebih kejam dari penyakit-penyakit kanker.

“Tugas kita terkait penyalahgunaan narkoba, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh takut. Oleh karena itu, Narkoba sudah menjadi musuh bagi kita. Ini merupakan pembunuh nomor satu jika bisa di katakan, lebih kejam dari penyakit-penyakit kanker,” ungkap RMB.

RMB memberikan apresiasi kepada BNN kota Palopo yang terus menerus melakukan kegiatan bagaimana tugas kita mempersempit ruang gerak para pengedar Narkoba.

“Di Kota Palopo ini memang kita masuk sebagai kategori darurat narkoba. Jadi jangan dianggap enteng, karena wilayah kita adalah daerah transit, daerah yang menjadi penghubung antar tiga provinsi,” ujar RMB. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment