Pensiunan 2049 Lakonkan Koruptor Tak Bisa Dikubur

Rabu, 24 April 2019 08:11

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Teater Gandrik kembali akan mentas di ibukota. Setelah dua tahun lalu sukses menyuguhkan lakon Hakim Sarmin, rombongan teater asal Jogjakarta ini kembali dan akan melakonkan Para Pesiunan 2049.Tetap menggunakan gaya “guyon parikena” atau sindiran halus, Para Pensiunan 2049 akan menyindir situasi yang terjadi saat ini. Ide dasarnya adalah menyerap pesimisme akan upaya pemberantasan korupsi, dipadukan dengan naskah saduran karya almarhum Heru Kesawa Murti berjudul Pensiunan (1986) yang ditulis ulang Agus Noor dan Susilo Nugroho.“Gagasan dasarnya, sebenarnya rasa gemas kita ketika setiap usaha melakukan gerakan antikorupsi sepertinya menemui jalan buntu,” kata Butet Kartaredjasa selalu pimpro pementasan Para Pensiunan 2049 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).Dikisahkan, pada 2049 di suatu negeri antahberantah terbit Undang Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi yang mengharuskan siapa pun yang mati wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB).Rupanya, aturan itu dibuat memang untuk membuat para koruptor jera. Pasalnya, tanpa SKKB siapa pun yang mati tidak bisa dikubur. Sementara, hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapat SKKB.

Bagikan berita ini:
6
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar