Preview AC Milan vs Lazio: Bara dari Serie A

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MILAN—AC Milan dan Lazio akan berebut tiket final pertama Coppa Italia di San Siro, Kamis, 25 April, dinihari nanti. Ketatnya persaingan dan insiden pada duel terdahulu membuat leg kedua babak semifinal ini akan menjadi partai panas.

Rossoneri dan Elang Biru Ibu Kota sebelumnya bermain imbang tanpa gol di Olimpico Stadium. Dengan peluang lolos masuk fifty-fifty, perebutan tiket partai puncak ini bakal berlangsung sengit.

Apalagi, pada duel teranyar kedua klub di Serie A, terjadi insiden yang cukup menghebohkan sepak bola Italia. Pada laga pekan ke-32 Serie A, kedua kubu yang bersaing finis di empat besar terlibat kericuhan setelah peluit akhir yang dipicu Luiz Felipe dan Fabio Borini.

Perkelahian itu berlanjut ke “perang” media sosial. Itu dipicu aksi penghinaan yang dilakukan pemain Milan, Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie pada pemain Lazio dimana keduanya mengarak jersey bek Lazio, Francesco Acerbi seolah-olah itu adalah piala atau rampasan perang sambil tertawa.

Akibat aksi ini, Pelatih Milan, Gennaro Gattuso terpaksa meminta maaf secara terbuka kepada Lazio. Tak sampai di situ, Bakayoko dan Kessie juga didenda 86.000 euro oleh klub dan mereka menjadi subjek investigasi oleh FIGC karena dianggap berperilaku tidak sportif.

Ultras Lazio juga bereaksi sangat keras karena tidak menerima penghinaan pada jersey klub mereka. Selama pertandingan Serie A melawan Udinese, pertengahan minggu lalu, suporter garis keras Lazio difilmkan melakukan aksi rasis pada Bakayoko dan Kessie.

Makanya, alih-alih membahas persiapan timnya menghadapi leg kedua babak semifinal Coppa Italia ini, Gattuso memilih mengomentari bara panas yang tengah melanda kedua kubu. Menurutnya, masalah ini tidak boleh mengganggu pertandingan.

“Kami harus fokus hanya pada apa yang ada di lapangan. Ada insiden, kami salah dan kami minta maaf. Saya punya mimpi bahwa Milan dan Lazio bisa keluar ke lapangan bergandengan tangan sehingga kita bisa mengakhiri kontroversi ini,” tegas Gattuso dalam sesi jumpa pers dikutip dari Football Italia.

Kantor berita Ansa mengklaim Bakayoko secara khusus sudah berbicara pada Acerbi melalui telepon dengan bantuan seorang direktur Milan sebagai penerjemah. “Saya sangat menghormatimu. Itu hanya olok-olok, tetapi tidak ada kejahatan. Kami tentu tidak ingin menyinggung perasaan Anda atau tim Anda,” kata Bakayoko.

Acerbi juga sudah mencoba mengakhiri situasi buruk dan menyedihkan ini dengan sebuah posting di Instagram dan Twitter yang menunjukkan dia merangkul Bakayoko tepat sebelum pertukaran kaus. “Cukup kontroversi, kita akan bertemu satu sama lain di lapangan,” tulis Acerbi.

Namun, usaha kedua kubu tidak akan sepenuhnya meredakan konflik mereka. Persaingan ketat mereka dipastikan masih akan membuat laga ini bakal panas. Lazio yang juga merasa dikerjai dengan dua penalti dalam 30 detik dalam duel Serie A yang membuat mereka kalah 0-1 masih belum bisa menerima kekalahan. Pasalnya, itu telah membuat mereka di posisi sulit untuk finis di zona Liga Champions.

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi sendiri menegaskan tekadnya mempermalukan Milan di San Siro. Selain membalas kekalahan dari sang rival, juga mengobati kekecewaan mereka setelah pada laga terakhir kembali takluk dari tim juru kunci Serie A, Chievo di Roma.

Sang allenatore mengatakan, mereka kini harus sepenuhnya fokus pada semifinal ini dan bertarung untuk tiket final. “Sekarang kita akan melakoni semi final Coppa Italia dan itu adalah kesempatan bagi kita untuk dengan cepat membalik halaman,” tegasnya.

Ambisi Lazio yang tidak bisa memainkan Stefan Radu, Jordan Lukaku, dan Valon Berisha akibat sanksi dan cedera pastinya tidak akan mudah. Statistik memperlihatkan, Lazio selalu kalah dalam dua laga tandang terakhirnya. Selain itu, dalam enam laga terakhir melawan Milan, mereka tidak pernah meraih kemenangan.

Sebaliknya, Milan punya catatan bagus menyongsong duel ini dimana mereka mampu menjaga gawang mereka tidak kebobolan dalam tiga laga terakhirnya di Coppa Italia. Milan yang masih tanpa Giacomo Bonaventura juga selalu bisa mencetak satu gol dalam dua laga kandang terakhirnya di semua kompetisi. (amr)

 

Prakiraan Pemain

AC Milan (4-3-3): Reina; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Rodriguez; Kessie, Bakayoko, Paqueta; Suso, Piatek, Calhanoglu

Pelatih: Gennaro Gattuso.

Lazio (3-5-2): Strakosha; Luiz Felipe, Acerbi, Bastos; Romulo, Milinkovic-Savic, Leiva, Luis Alberto, Lulic; Correa, Immobile

Pelatih: Simone Inzaghi

Head to head

14/04/19 AC Milan 1-0 Lazio

27/02/19 Lazio 0-0 AC Milan

26/11/18 Lazio 1-1 AC Milan

01/03/18 Lazio 0-0 AC Milan

01/02/18 AC Milan 0-0 Lazio

Lima pertandingan terakhir AC Milan

20/04/19 Parma 1-1 AC Milan

14/04/19 AC Milan 1-0 Lazio

06/04/19 Juventus 2-1 AC Milan

03/04/19 AC Milan 1-1 Udinese

31/03/19 Sampdoria 1-0 AC Milan

Lima pertandingan terakhir Lazio

20/04/19 Lazio 1-2 Chievo

18/04/19 Lazio 2-0 Udinese

14/04/19 AC Milan 1-0 Lazio

07/04/19 Lazio 2-2 Sassuolo

04/04/19 SPAL 1-0 Lazio

PERBANDINGAN KEKUATAN

RANGKING KLUB UEFA

AC Milan: 42

Lazio: 35

REKAMAN PERTEMUAN

Main: 153

AC Milan menang: 66

Lazio menang: 28

Imbang: 59

CATATAN GOL

Total gol: 414

Gol AC Milan: 243

Gol Lazio: 171

Selisih gol: 72

REKOR SKOR

Kemenangan terbesar AC Milan: 6-1

Kemenangan terbesar Lazio: 4-0

Skor terbesar: 5-3

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar