Propam Bidik Polisi Berambut Gondrong dan Berewok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kerapian dari anggota Polri menjadi modal utama. Polda Sulsel pun telah membentuk tim untuk menegakkan disiplin sikap dan penampilan sebagai Bhayangkara.
Rambut, janggut, berewok yang panjang bidikan utamanya. Tim dari Polda Sulsel ada tujuh orang. Dipimpin oleh Kasubdit Provos, ada juga tim dari polres-polres. Penindakan ini sudah dilakukan saat pengamanan pemilu, dan untuk ke daerah-daerah baru akan jalan pekan ini.
“Kita menggalakkan dari perfomancenya. Kalau ada anggota rambutnya mohak digunting. Kita cari ke polres-polres. Sasarannya yang pakaian dinas,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Hotman Sirait, Rabu (24/4/2019).
Kata dia, polisi sudah tidak boleh lagi berjanggut, ataupun berewok. Kalau rambutnya ukurannya sesuai ketentuan. Paling panjang bagian atas 4 cm. Seperti yang diatur dalam perkap nomor 02 tahun 2016 tentang penyelesaian pelanggaran disiplin.
“Ada gradasinya. Ada Provost Polda yang keliling. Polisi berseragam harus menampilkan tampilan sebagai polisi. Itu tujuannya,” terangnya.
Mantan Wakapolrestabes itu menerangkan, pelanggaran disiplin kerap terjadi. Bukan hanya soal penampilan, ada juga tidak melaksanakaan tugas tanpa keterangan, memposting sembarangan di media sosial.
“Sekarang dunia medsos. Dia posting yang tidak menjaga citra kepolisian. Ke THM tidak melaksanakan tugas itu diproses disiplin. Ancaman hukumannya mulai sel 20 hari, pangkatnya ditunda, tidak diberikan kesempatan sekolah, gaji berkala juga tertunda,” ucapnya.
Polisi yang sudah dikenakan sanksi, sambungnya, tidak serta merta langsung bebas lagi. Kalau hukuman sudah dijalani, masih dalam pengawasan selama 6 bulan. Setelah itu mulai dari nol lagi.
“Sekarang, kalau polisi malas diberikan rompi bertuliskan pengawasan propam. Ditayangkan di depan saat apel agar yang lain tidak mengikuti itu,” jelas perwira berpangkat tiga melati itu. (gun)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar