Tiga Kartu Sakti Masuk APBN 2020, Belanja Barang Dipangkas Puluhan Triliun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Presiden Petahana Joko Widodo sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk merealisasikan janji politiknya. Khususnya terkait tiga 'kartu sakti' yang jadi jualan utama Jokowi selama masa kampanye. Yakni Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), dan Kartu Pra Kerja.

Anggaran ketiga kartu itu sudah dibahas dalam rapat kabinet paripurna tentang persiapan penyusunan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 di Istana Kepresidenan, Bogor, kemarin (23/4). "Berbagai program yang selama ini sudah disampaikan untuk ditampung seperti Kartu Sembako, KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja, kami mulai menghitung kebutuhan anggaran," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menuturkan, tiga program kartu tersebut masuk dalam tema besar yang dicanangkan Jokowi dalam penyusunan APBN 2020. Yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Setelah dalam lima tahun terakhir, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur.

Terkait anggarannya, Ani belum bisa menjabarkan besarannya. Sebab, ketiga program itu masih akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait guna merumuskan teknisnya. Namun secara desain, Ani menyebut akan dikolaborasi dengan program yang beririsan saat ini.

Kartu sembako misalnya, akan meredesain bersama dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT). "Bisa dibuat jadi satu kartu agar bisa membantu masyarakat dalam kebutuhan sehari-hari secara affordable (terjangkau)," tuturnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...