Total 321 Tewas, Pelaku Bom Bunuh Diri Sempat Elus Kepala Seorang Gadis

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, NEGOMBO—Seorang pelaku bom bunuh diri yang dicurigai tertangkap kamera sebelum melakukan aksinya di Sri Lanka. Ia begitu tenang dan sempat berhenti untuk mengelus kepala seorang gadis yang selamat dari aksi teror ini.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria yang dianggap sebagai salah satu penyerang yang berinteraksi dengan anak itu tak lama sebelum dia membunuh setidaknya 110 jamaah di sebuah kebaktian di gereja Katolik St Sebastian, di Negombo, Sri Lanka. Dia diduga menepuk kepala cucu Dilip Fernando sebelum melakukan serangan.

Fernando, 66, beruntung selamat dalam ledakan setelah ia harus mencari gereja alternatif karena St Sebastian terlalu padat. Dia berkata: “Pada akhir misa mereka melihat seorang pemuda pergi ke gereja dengan membawa tas yang berat. Dia menyentuh kepala cucuku. Itu pembom.”

Total 321 orang tewas, termasuk delapan warga Inggris, dalam serangan di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Minggu Paskah. 500 lainnya terluka. Korban Inggris termasuk pengacara Anita Nicholson, putra Alex Nicholson, 14, dan putrinya Annabel Nicholson, satu, yang meninggal di Shangri-la Hotel di Kolombo.

Warga London, Matthew Linsey mengonfirmasi putrinya, Amelie, 15, dan putranya Daniel, 19, meninggal di hotel yang sama. Mantan petugas pemadam kebakaran Bill Harrop dan dokter Sally Bradley, pasangan asal Inggris yang tinggal di Australia, juga tewas di salah satu hotel.

Kelompok Negara Islam mengklaim bertanggung jawab atas pemboman Paskah dan merilis gambar yang dimaksudkan untuk menunjukkan para penyerang. Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe memperingatkan beberapa tersangka bersenjatakan bahan peledak masih buron.

Menteri pertahanan Ruwan Wijewardene mengatakan ‘kelemahan’ dalam aparat keamanan Sri Lanka menyebabkan kegagalan untuk mencegah sembilan pemboman. Pejabat tinggi pemerintah lainnya menambahkan pemboman bunuh diri di gereja-gereja, hotel-hotel dan situs-situs lain dilakukan oleh fundamentalis Islam sebagai pembalasan nyata atas pembantaian masjid Selandia Baru bulan lalu.

Pihak berwenang telah menahan 40 orang sehubungan dengan ledakan dan memperingatkan orang-orang untuk tetap waspada. Mereka khususnya khawatir dengan kendaraan yang mungkin berisi bahan peledak. (Metro/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...