Tourism Malaysia Sasar Market Makassar

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Minat masyarakat Makassar berlibur ke Malaysia makin tinggi. Peluang ini ditangkap sejumlah pelaku tourism untuk memfasilitasi pemberangkatan nyaman dan terjadwal.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Roslan Othman, menjelaskan bahwa Makassar merupakan market yang memiliki potensi besar untukĀ  wisatawan asal Malaysia, begitu juga sebaliknya. Makassar juga merupakan ‘hub’ untuk penerbangan dari wilayah Indonesia timur, sehingga bisa menjadi pintu masuk ke Malaysia.
“Market Makassar sudah lama tidak disentuh, melalui seminar ini, diharapkan agent-agent di Makassar akan kembali ‘mengenal’ destinasi dan aktivitas wisata baru di Malaysia,” kata Roslan di sela Business Coaching Seminar di Myko Hotel, Rabu, 24 April 2019.
Data tahun lalu, tercatat 3,2 juta turis Indonesia ke Malaysia, dan sekitar 2,2 juta dari Malaysia ke Indonesia. Termasuk ke Makassar yang memiliki histori kebudayaan kental Bugis-Makassar dengan Malaysia.
Business Coaching Seminar sendiri dimaksudkan untuk memberi informasi dan edukasi kepada travel agent di Makassar, mengenai destinasi serta aktivitas wisata apa saja yang ada di Malaysia. Di antara yang dipromosikan adaalah paket-paket wisata ramah muslim, shopping, MotoGP, umrah stopover dan juga promosi destinasi baru seperti Desaru Coast.
Roslan juga menyampaikan bahwa pada Business Coaching Seminar Makassar, dibawa juga wholesaler agent dari Malaysia untuk dipertemukan dengan agent-agent di Makassar. Ia berharap industri pariwisata di kedua negara dapat semakin maju.
Salah satu Toursim tanah Air, Dewi Wisata Tour mengaku destinasi ke Malaysia cukup tinggi. Sayangnya, belum ada penerbangan langsung dari Makassar. Owner Dewi Wisata Tour, Dewi Gozal menyampaikan harapannya ada penambahan jadwal penerbangan ke Malaysia dari daerah ini.
“Kita harap Malaysia Airline direct dari Makassar,” kata Dewi. Menurutnya, warga Makassar yang ke Malaysia diantaranya untuk berlibur, hingga melakukan berobat ataupun perawatan kesehatan. (nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.