Hasil Investigasi, Australia Selundupkan Sampah Plastik ke Indonesia

Kamis, 25 April 2019 13:43
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hasil investigasi sebuah lembaga konservasi lingkungan di Jawa Timur menunjukkan adanya praktik penyelundupan sampah plastik dari Australia, yang masuk lewat impor kertas bekas di Indonesia.Industri kertas di Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan. termasuk kesulitan mendapat bahan baku kertas bekas dan terpaksa harus membelinya dari negara lain.Amerika Serikat, Italia, Inggris, Korea Selatan, dan Australia adalah lima negara pengekspor kertas bekas ke sejumlah pabrik di Jawa Timur. Di tahun 2018 lalu, impor kertas bekas dari Australia mencapai 52 ribu ton dan jumlah ini naik lebih dari 250 persen dibandingkan tahun 2014.Namun, dari hasil penelusuran lembaga Ecological Observations and Wetlands Conversation (Ecoton) menemukan ada kandungan plastik dalam kertas bekas yang dikirim dari Australia dan diduga “ada unsur kesengajaan”.”Sebenarnya menurut aturan di Indonesia sampah plastik tidak boleh lebih dari 2 persen dari bobot kertas bekas yang diimpor. Namun faktanya, hingga November 2018 hampir 30 persen sampah kertas yang kita beli itu isinya adalah sampah plastik,” ujar Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Ecoton, Rabu (24/4/2019).Prigi mengatakan, adanya perilaku buruk dari negara-negara maju yang merasa kesulitan mengatasi sampah dan menyadari mahalnya biaya daur ulang.”Mereka tidak mau lingkungannya terganggu karena sampah, karenanya menaruh resiko itu ke negara-negara miskin atau berkembang karena kita tidak memiliki regulasi terlalu kuat,” katanya.

Komentar