Kemenangan Fatamorgana

Oleh: Saharuddin Daming

MESKI pencoblosan telah usai dalam Pemilu serentak 17/4/2019 lalu, namun sekam rivalitas antara 01 dengan 02 tetap membara. Betapa tidak karena kubu 02 menolak hasil quick count dari semua lembaga survei independen dan kredibel, lantaran memosisikan 01 sebagai pemenang Pilpres 2019.

Ini sangat tidak fair karena karena Paslon yang diusung oposisi dinyatakan sebagai pemenang oleh quick count dalam Pilkada lalu, mereka langsung percaya.

Lebih aneh lagi karena Paslon 02 justru mendeklarasikan diri sebagai pemenang Pilpres, hanya di dasarkan pada hasil Exit Poll internal mereka. Paslon 02 malah sudah meresmikan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden fatamorgana.

Sudah jamak diketahui publik bahwa pemenang sejati dalam suatu ajang tanding bermartabat hanya bisa lahir dari proses penjurian independen dan kredibel.

Jika jurinya ditentukan oleh mereka sendiri seperti Exit Poll tentang hasil Pemilu, kita wajib untuk tidak percaya. Apalagi metodologi Exit Poll sangat diragukan validitas dan kreabilitasnya karena hanya mengacu pada informan.

Meski samplingnya berasal dari 300.000 ribu TPS seperti yang mereka klaim tidak akan pernah Valid dan Akurat, jika informannya bersifat homogen, karena hanya berasal dari TPS yang memenangkan 02.

Hal ini sangat berbeda dengan quick count yang menggunakan metode random sampling, di mana sumber datanya bukan dari informan yang bisa bohong, tetapi berbasis pada fakta hasil pemilu yaitu formulir C1 plano.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...