Miris! Banyak Industri Halal RI Belum Terdaftar

Kamis, 25 April 2019 - 09:23 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sungguh miris, Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ternyata banyak sektor industrinya yang tidak tercatat atau tidak terdaftar halal.

Kondisi ini disoroti oleh Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie. Dia membandingkan di Malaysia dan Thailand, dalam pencatatan transaksi halalnya sangat baik.

“Industri halal kita tidak tercatat dengan baik. Sementara di Thailand itu, semuanya dicatat, karena terdaftar di pemerintah,” kata Aris kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (24/4).

Dikatakan Aries, ke depan dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), yang sedang melakukan perekrutan untuk sejumlah posisi di KNKS, tidak lain tujuannya adalah bertugas untuk melakukan pencatatan. Sehingga ke depan, segala sesuatu yang belum tercatat, akan tercatat oleh KNKS.

Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah ini mencontohkan, industri halal kosmetik kecantikan seperti Wardah tidak tercatat sebagai transaksi halal, padahal pertumbuhannya besar hingga ratusan persen.

“Saat Indonesia sudah bisa melakukan pencatatan transaksi halal, misalnya dengan dibantu oleh financial technology(fintech), perkembangan industri halal Indonesia akan langsung terlihat,” kata dia.

Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ignatius Warsito mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan kawasan khusus industri halal. Salah satunya di kawasan Modern Cikande, Serang, Banten. Di tempat ini, akan ada empat sektor yang kemungkinan mengisi kawasan khusus industri halal.

“Sudah siap, (industrinya) ya itu kan bertahap ada sektor mamin (makanan dan minuman), fashion, kosmetik terus produk farmasi. Itu bertahap sesuai dengan industri yang mau ikut, saya yakin sih mereka mau ikut banyak,” kata Ignatius.

Seperti diketahui, industri halal memiliki potensi besar secara global. Berdasarkan Global Stage Economic Report potensi industrihalal lifestylesecara global tercatat mencapai 2 miliar dolar AS pada tahun 2016 dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 3,1 miliar dolar AS pada 2022.

Dari data Kementerian Perekonomian saat ini ada tujuh sektor industri halalyang mempunyai potensi cukup besar dalam skala global. Tujuh sektor tersebut adalah halal food, fashion, halal travel, halal cosmetics, halal pharmaceuticals, halal media recreation dan islamic finance. (ib;/din/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.