Miris! Banyak Industri Halal RI Belum Terdaftar


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sungguh miris, Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ternyata banyak sektor industrinya yang tidak tercatat atau tidak terdaftar halal.Kondisi ini disoroti oleh Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie. Dia membandingkan di Malaysia dan Thailand, dalam pencatatan transaksi halalnya sangat baik.“Industri halal kita tidak tercatat dengan baik. Sementara di Thailand itu, semuanya dicatat, karena terdaftar di pemerintah,” kata Aris kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (24/4).Dikatakan Aries, ke depan dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), yang sedang melakukan perekrutan untuk sejumlah posisi di KNKS, tidak lain tujuannya adalah bertugas untuk melakukan pencatatan. Sehingga ke depan, segala sesuatu yang belum tercatat, akan tercatat oleh KNKS.Pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah ini mencontohkan, industri halal kosmetik kecantikan seperti Wardah tidak tercatat sebagai transaksi halal, padahal pertumbuhannya besar hingga ratusan persen.”Saat Indonesia sudah bisa melakukan pencatatan transaksi halal, misalnya dengan dibantu oleh financial technology(fintech), perkembangan industri halal Indonesia akan langsung terlihat,” kata dia.Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ignatius Warsito mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan kawasan khusus industri halal. Salah satunya di kawasan Modern Cikande, Serang, Banten. Di tempat ini, akan ada empat sektor yang kemungkinan mengisi kawasan khusus industri halal.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR