Mobil Pusling dan Geliat Literasi Bagi Anak

Kamis, 25 April 2019 07:43

Refleksi Hari Buku Sedunia 23 April 2019Oleh: Abdul Jalil(Ketua FLP Cabang Takalar)Buku adalah jendela dunia. Ungkapan klasik yang telah melegenda, namun kalimat itu hanya sekadar konsep. Implementasinya tak sesuai realitas hari ini. Betapa tidak, daya baca buku masyarakat indonesia masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh salah satu faktor yakni minat dan bahan bacaan yang masih kurang. Data hasil penelitian perpustakaan nasional menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca buku 3 sampai 4 kali per minggu. Itupun dengan durasi membaca per hari rata-rata menunggunakan waktu 30-59 menit.Jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5 sampai 9 buku per orang. Data Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menunjukkan pangsa pasar buku dalam negeri mencapai sekitar Rp 14,1 triliun per tahun. Sekitar 60 persen pasar buku berasal dari pembelian oleh pemerintah untuk sektor pendidikan. Setiap tahun ada 100.000 judul buku yang dimintakan International Series Book Number (ISBN) di Perpustakaan Nasional, namuan hanya 40 sampai 45 persen yang akhirnya benar-benar terbit.Data tentang rendahnya literasi masyarakat Indonesia tersebut menjadi tantangan dan permasalahan kompleks. Perpustakaan mau tak mau harus bisa mengambil peran dan menjadi garda terdepan dalam menjawab permasalah tersebut. Kolaborasi dengan seluruh elemen penggiat literasi demi mewujudkan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, dapat juga untuk menjadi tempat berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan berbasis literasi untuk semua kalangan.

Bagikan berita ini:
6
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar