Pekan Imunisasi Dunia, Anak Dapat 4 Vaksin Baru

Kamis, 25 April 2019 - 08:19 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Pekan Imunisasi Dunia (PID) sudah dimulai 24 hingga 30 April 2019. Pemerintah mencanangkan memasukkan empat imunisasi baru dalam imunisasi dasar. Hal ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Menurut UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, anak memiliki hak mendapatkan imunisasi. Orang tua, masyarakat, dan negara wajib memelihara kesehatan anak yang salah satunya dilakukan dengan memberi imunisasi.

Pemerintah menambahkan empat vaksin baru. Empat vaksin tersebut antara lain Measles and Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Japanese Encephalitis, dan Pneumococcus.

”Selama ini ada sembilan vaksin yang selama ini diberikan sebagai imunisasi dasar lengkap, yaitu difteri, polio, tetanus, campak, tuberculosis, BCG, pneumonia, hepatitis B, dan meningitis,” ujar Sekretaris Jenderal, Oscar Primadi.

Program imunisasi yang dilakukan pemerintah selama ini, menurut data Kemenkes mampu mencegah kematian sekitar 2 hingga 3 juta anak per tahun. Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Kenyataan ini dapat mengakibatkan anak-anak serta mereka yang tinggal di sekitarnya rentan penyakit, yang dapat mengakibatkan mereka kehilangan nyawa ataupun cacat seumur hidup.

Melihat hal itu, pemerintah mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan.

“Perayaan Pekan Imunisasi Dunia tahun ini menjadi pengingat bahwa vaksin sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya dan ketika semua anak menerima seluruh vaksinasi mereka secara rutin sesuai jadwal,” ujar Oscar.

Baca Juga: Dinkes Sulsel Minta Vaksinasi MR Diperpanjang

”Saat orang tua melindungi anak-anaknya dari berbagai penyakit berbahaya melalui imunisasi, maka mereka juga telah berkontribusi dalam melindungi anak-anak lain di sekitarnya dan melindungi masa depan Indonesia,” beber Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia Paranietharan.

Di Indonesia sendiri, jumlah anak yang diimunisasi dalam lima tahun terakhir tidak mengalami perkembangan signifikan. Hasil riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan cakupan status imunisasi dasar lengkap (IDL) anak usia 12-23 bulan menurun dari 59,2% di 2013 menjadi 57,9% di 2018. Artinya, dari sekitar 6 juta anak usia 12-23 bulan, hanya sekitar 2,5 juta anak yang lengkap imunisasinya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.