Petugas Haji Dilarang Terima Gratifikasi dari Jemaah

Kamis, 25 April 2019 18:10
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Inspektur Investigasi di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Rojikin mengingatkan para petugas haji Arab Saudi terkait potensi gratifikasi. Dia menegaskan, petugas haji dilarang menerima uang atau pemberian barang apapun dari jemaah selama menjalankan tugasnya.Imbauan tersebut disampaikan Rojikin saat memberikan pembekalan kepada lebih dari seribu petugas haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada Kamis (25/4). Dia mengatakan, petugas haji sudah mendapatkan gaji atau honor dari pemerintah.“Termasuk tiket pesawat menuju Saudi sampai pulang kembali ke tanah air ditanggung negara,” katanya.Pria yang kini menjabat sebagai Plh Irjen Kemenag itu menjelaskan Kemenag sudah memiliki aturan terkait pengendalian gratifikasi. Dalam regulasi itu dijelaskan bahwa ada tiga jenis gratifikasi, yakni gratifikasi kedinasan, gratifikasi suap, dan gratifikasi yang boleh diterima.Dia menjelaskan gratifikasi kedinasan adalah pemberian apapun kepada ASN Kemenag saat bertugas, dalam konteks penyelenggaraan haji, petugas haji posisinya sedang berdinas. Petugas haji mendapatkan tugas dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag. “Ada yang di bagian katering, akomodasi, atau transportasi,” jelasnya.Lantaran berstatus menjalankan tugas kedinasan, maka seluruh biaya sudah ditanggung negara. Atas dasar itu, petugas haji dilarang menerima apapun dari jamaah, misalnya ketika memberikan layanan kesehatan atau lainnya, petugas haji dilarang menerima imbalan. “Terutama dalam bentuk uang atau barang yang mahal-mahal,” jelasnya.

Komentar