PPLIPI Beri Penghargaan Kepada Tokoh Perempuan Indonesia

Kamis, 25 April 2019 - 12:32 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 3, Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh perempuan Indonesia yang inspiratif.

Pada HUT sebelumnya, PPLIPI telah memberikan apresiasi kepada tokoh perempuan baik di bidang bisnis, sosial, politik, pendidikan maupun bidang seni budaya. Nama-nama seperti Yanti Erlangga, Hanna Fadel, Ala Alatas, Fahira Fahmi ldris, Dr. Alfiah Amiruddin, DR. Reni Marlinawati, Diana Dewi adalah sebagian dari para Penerima ‘Perempuan Inspiratif PPLIPI Award’.

Tahun ini yang mendapatkan Award untuk Katagori Politisi Hj. Melani Leimena Suhari, Hj. Robiatul Adawiyah, SE. yang akrab disapa Dewi Rasyid dan Hj, Kartika Yuddgistim B. Eng., M. Sc. Untuk Katagori Profesi Julia Chairani, SH., MKn., dr. Gina Djuandi dan DR. Sofi Suryasnia. Untuk Katagori Entrepreneur Herawati Budi Heriningsih, yang biasa disapa Hera Sunoduadji. Untuk Katagori Seni dan Budaya, Rossa.

“Kita semua sudah tau lah yah prestasi Rossa. Ia adalah seorang Diva Indonesia yang prestasinya tidak hanya diakui di Indonesia tapi juga di negara tetangga,” kata Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali, MBA, Ketua Umum dan Pendiri PPLIPI pada temu media di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).

Sementara untuk Katagori Pegiat Sosial lanjut Indah PPLIPI memberikan apresiasi kepada DR. Dewita Restati atau yang lebih dikenal dengan nama Wiwit llham, dan Deasy A. Larasati, SE.

Lebih lanjut Indah mengatakan, penganugrahan award merupakan komitmen PPLIPI, sebagai bentuk apresiasi terhadap para perempuan yang telah mau dan mampu mendorong dirinya untuk memberdayakan diri, bekerja keras, berjuang, berikhtiar, berinovasi, berkarya, untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Apresiasi berupa award ini diharapkan selain akan memotivasi perempuan yang mendapatkannya agar terpacu untuk lebih optimal berkarya, juga untuk mengispirasi perempuan lain bahwa kita bisa, bila kita mau,” kata Indah.

PPLIPI lahir pada 17 April 2016 berangkat dari sebuah rasa keprihatinan terhadap para perempuan Indonesia yang kurang memiliki keberuntungan, untuk dapat tampil secara mandiri, berdaya dan bermartabat.

“Keprihatinan ini membuat saya memutuskan untuk membuat sebuah organisasi yang terdiri dari sekumpulan perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi, yang ingin berkontribusi dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia,” ujar Indah.

Lebih lanjut Indah mengatakan bahwa sejak didirikan, PPLIPI mendapat respon positif di tengah masyarakat. Selama 3 tahun berkiprah, PPLIPI sudah ada di 10 Provinsi, 27 Kabupaten/Kota dan 46 Kecamatan.

“Anggota PPLIPI sudah mencapai 2.000 orang dan kegiatan pemberdayaan perempuan yang dicanangkan telah direalisasi baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional,” jelasnya.

Sesuai dengan Anggaran Dasar PPLIPI, kehadiran PPLIPI ini adalah sebagai wadah bagi perempuan untuk menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan melalui upaya pemberdayaan perempuan.

Indah berharap, rekam jejak nama-nama yang mengharumkan posisi perempuan Indonesia ini, yang tertuang dalam artikel di Majalah PPLIPI, “Women Pro”, atau dalam artikel yang diangkat sejumlah media dapat menginpirasi perempuan yang membacanya, baik perempuan di lingkungan PPLIPI maupun di masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.