Satu Lagi Wali Kota Tersangka KPK, Ini Orangnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu kepala daerah atau wali kota sebagai tersangka dugaan suap. Dia adalah Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

“Sprindik sudah ada. Iya sudah (tersangka),” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, Rabu (24/4/2019).

Namun Agus belum merinci terkait kasus apa yang menjerat Wali Kota Tasikmalaya itu. Sebelumnya, tim dari KPK sudah melakukan penggeledahan pada Rabu (24/4/2019).

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf membenarkan adanya permintaan pengawalan dari KPK untuk kegiatan di Pemkot Tasik. “Benar ada giat KPK, penggeledahannya terkait apa, kami belum tahu ya,” kata Febry, Rabu (24/4/2019) tadi.

Febry mengatakan, pihaknya hanya sebatas melakukan pengamanan sehingga tidak tahu maksud dan tujuan kedatangan tim dari KPK. “Belum tahu terkait apa, kami hanya melakukan pengamanan saja, silahkan ke KPK terkait perihal apanya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi, penetapan tersangka Budi terkait suap mafia anggaran Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah (DID) pada APBN 2018 Kota Tasikmalaya.

Kasus ini merupakan pengembangan perkara suap mafia anggaran dari tersangka pejabat di Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo pada APBN 2016, 2017, dan 2018.

Baca Juga: Pembantaran Romi Buat Cemburu Tahapan KPK Lainnya

Budi diduga memberikan suap dari Yaya Purnomo yang mendapatkan fee dari DAK dan DID yang dicairkan dari Kemekeu.

Saat OTT, Yaya Purnomo pada Mei 2018 lalu, KPK menetapkan empat orang tersangka yakni Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono, swasta/perantara Eka Kamaludin, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Yaya Purnomo, dan sektor swasta Ahmad Ghias. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment