Setiap Tahun Kawasan Maminasata Kehilangan Sawah Produksi

Kamis, 25 April 2019 10:56

Setiap tahun lahan sawah di kawasan Makassar, Sungguminasa, dan Takalar berkurang. Jika berlanjut, enam tahun ke depan kebutuhan beras harus didatangkan luar kota.

 FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pertumbuhan penduduk berimbas berefek pada peningkatan akan hunian. Lahan pun makin dikejar. Alih fungsi lahan pun semakin bergerak masif.Pada 2012, di Kota Makassar, Sungguminasa (Kabupaten Gowa), Kabupaten Takalar, total luasan lahan sawah yang tersisa 70.882,66 hektare. Sedangkan, kebutuhan lahan 106.498,95 hektare atau terjadi defisit 35.616,29 hektare.Defisit lahan sawah terus meningkat hingga 2015. Di mana kebutuhan lahan 119.460,35 hektare atau defisit 48.577,69 hektare. Bahkan pada 2040 diprediksi kebutuhan lahan sawah 234.952, 30 atau kurang 164.069,64 hektare.Zulkarnain Chairuddin dalam disertasinya menyebut terjadinya defisit sawah di Maminasata dikarenakan alih fungsi lahan sawah menjadi area perusahaan atau pemukiman.

Kondisi itu, tentunya akan menyebabkan kebutuhan beras di Maminasata semakin berkurang. Bahkan, bisa saja didatangkan dari luar daerah. Tidak sampai disitu. Kawasan resapan air atau ruang terbuka hijau juga akan hilang.

“Harus ada upaya untuk mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPA). Jika tidak lahan sawah akan habis dan kebutuhan berasal harus didatangkan luar kota,” katanya.Alumnus Doktoral Unhas ini menyebut penopang utama lahan sawah di kawasan Mamminasata kini tinggal Maros, Gowa, dan Takalar. Di Kota Makassar, sawah yang berproduksi sudah sangat minim. Harus ada perlindungan secara khusus untuk lahan persawahan.

Bagikan berita ini:
4
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar