Taklukkan Gunung Tertinggi di Indonesia, Rightness Pencinta Alam Makassar Selesaikan Seven Summit

0 Komentar

Tak semata mendaki, lalu mencatat nama sebagai Seven Summit. Aksi bersih lingkungan dan sebagai sarana edukasi pengembangan bakat dibidang climbing, juga tujuannya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rightness Pencinta Alam Makassar, begitu sebutannya. Ada 40 orang pemuda yang aktif disana. Mereka baru pulang melaksanakan kegiatan terakhirnya. Mendaki di ketinggian 4884 Mdpl Carstensz Pyramid.

Carstensz Pyramid atau gunung Jayawijaya, tertinggi di Indonesia letaknya di pulau Papua. Pendakian tersebut mereka selesaikan dalam kurun waktu dua minggu sejak, 2 hingga 16 April lalu.

Jayawijaya, adalah gunung terakhir seven summit yang didaki. Sebelumnya Rightness telah mendaki beberapa gunung di Indonesia. Seperti puncak Indrapura gunung Kerinci di Sumatra, gunung Rinjani di Bali dan Mahameru di gunung Semeru pulau
Jawa.

Kemudian menyusul puncak Rantemario di gunung Bawakaraeng Sulawesi dan juga di gunung Banaika kepulauan Maluku serta gunung bukit raya Kalimantan.

“Bukan penghargaan yang kita cari, namun ada kepuasan tersendiri atas pencapaian bagi kami telah menyelesaikan seven summit Indonesia,”ucap Ketua Rightness Pencinta Alam Makassar, Amar Ahmad.

Di temui di sekertariatnya, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala Makassar. Selasa, 23 April. Amar bercerita, di sekretariatnya inilah mereka menyusun agenda dan kegiatan yang akan dibuat selama pendakian.

Bagi pendaki Rightness, tak semata mendaki. Mereka melaksanakan dan berpegang teguh pada kode etik pencinta alam. Saat diperjalanan menuju puncak, mereka melakukan aksi nyata terhadap lingkungan.

Tak membuat sampah sembarang saat mendaki, mereka juga mengambil sampah yang berserakan, membersihkan setiap pos-pos yang kotor serta menata jalanan yang dilalui untuk kembali dilalui pendaki lain.

Amar terdiam, raut wajahnya sedikit lelah. Namun bercerita tentang pendakian gunung, seperti menghilangkan lelahnya pada rutinitas. Apalagi bercerita tentang gunung yang didakinya baru-baru ini, di kawasan disekitar gunung Jayawijaya. Begitu istimewa baginya.

” Selain memang memacu mental dan adrenalin, disana kita juga menemukan salju di negara yang beriklim tropis,”tuturnya sambil memperlihatkan beberapa foto di gawainya.

Dikomunitas ini berdiri sejak 7 April 1990, namun sempat vakum. Atas kegigihan para pecinta alam, maka dibangunlah kembali dan merekrut anggota. Anggotanya dari beberapa macam lingkar.

Ada dari kampus di Makassar, SMA dan juga Masyarakat Kota Makassar yang melewati seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar serta syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Tak hanya laki-laki, namun perempuan juga tergabung di komunitas ini.

Ayu Rizky Utami diantaranya, ia mengaku banyak pengalamanya menarik sejak bergabung di Rightness. Dalam righness sendiri, tidak di ajarkan untuk mendaki dengan tujuan eksistensi diri. Namun di Rightness, diajarkan untuk belajar menikmati proses.

Prosesnya mengenai ilmu materi tentang gunung yang ada di Indonesia, apa-apa sajabyangbtak bisa dilakukan pendaki. Selain teori, adapula Mulai latihan fisik sebelum berangkat ke lapangan.

Fisik dilatih manjat tebing, hingga dinyatakan bisa menguasai kemudian bisa turun medan. Dan tertip mengikuti prosedur pendakian, sampai akhirnya berhasil pulang dengan selamat ke rumah masing-masing.

“Saya tak ikut mendaki di Jayawijaya, namun sudah pernah melewati medan pendakian di gunung Latimojong,”tutur Alumni Kampus Upri Makassar ini.

Butuh proses menaklukkan satu gunung. Untuk Latimojong Ayu bercerita, mulai perjalanan dari Makassar sampai ke kaki gunung. Butuh waktu satu hari, dari kaki gunung ke puncak Latimojong butuh waktu dua hari.

“Rasa nya bisa sampai di puncak gunung itu Masya Allah luar biasa, berdiri di gunung tertinggi sulawesi selatan itu suatu keberhasilan,”tambah Ayu dengan Mata berkaca.

Dalam kelompok Rightness, menanamkan dalam diri mereka bukan soal menaklukkan puncak gunung. Tetapi soal bisa mengendalikan emosi, kesabaran dan melatih kerja sama tim.(*/)

Reporter: Dewi Sartika
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment