Terkapar Usai Empat Hari Nonstop

0 Komentar

Suara histeris terdengar di pagi hari. Terlihat Syamsuddin Sadega terkapar di depan kamar mandi. Ia sudah tidak bernyawa.

LAPORAN: SIRAJUDDIN, Bulukumba

Suasana duka menimpa keluarga Syamsuddin, warga Dusun Bentengnge, Desa Batokaropa, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba.

Dia meninggal dunia diduga karena kelelahan. Sebab, telah bertugas selama empat hari sebagai saksi Partai Demokrat pada rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah dibawa ke masjid untuk disalati. Keluarganya tidak menyangka Syamsuddin secepat itu pergi. Apalagi, tidak ada tanda berarti sebelum kepergiannya.

Salah seorang kerabat Syamsuddin, Sudirman, mengungkapkan, peristiwa ini dia ketahui sekitar pukul 06.00 wita, Rabu, 24 April. Saat itu, dia mendengar suara teriakan dari rumah Syamsuddin.

Karena rumahnya berdekatan, dia bersama istrinya bergegas ke sumber suara. Mencari tahu peristiwa apa yang sedang terjadi.

Saat tiba, dia kaget. Syamsuddin terbaring di depan kamar mandi dan terjepit di antara tembok dan kursi. Nyawa pengurus Demokrat di Desa Batukaropa itu sudah tidak bisa diselamatkan. Sudirman menduga, nyawa keluarganya itu sudah tidak ada saat hendak salat subuh.

“Istrinya sempat mencari di mana suaminya, tetapi matanya sudah rabun sehingga tidak bisa melihat jelas kalau tidak pakai kacamata, dan baru dia ketahui setelah anaknya teriak,” terang Sudirman.

Sebelum kejadian, Sudirman mengaku telah menegur Syamsuddin. Alasannya, raut mukanya sudah pucat dan kelelahan. Apalagi, sejak malam pertama rekapitulasi dia pulang sekitar pukul 01.30 hingga 02.30 dini hari.

Tetapi dia tetap ingin melanjutkan tugasnya karena menerima mandat dari DPC Demokrat Bulukumba.

Salah seorang warga setempat, Muh Ramli kaget mendengar kabar duka ini. Sebab dia masih bersama di Kantor Kecamatan Rilau Ale pada Selasa malam, 23 April. Bahkan ia mengaku sempat menuangkan dua gelas kopi untuk Syamsuddin, guna meredam rasa kantuk.

“Saya berpisah tadi malam sekitar pukul 01.30 wita, kami sempat bercanda ria agar tidak lelah mengikuti rakpitulasi,” katanya.

Sekretaris Demokrat Bukukumba, Andi Baso Zulkarnain mengaku kehilangan kader loyal. Olehnya itu dia mengucapkan rasa duka mendalam yang tidak pernah dibayangkan pihaknya.

Di mata dia, Syamsuddin sangat rajin mengikuti kegiatan partai. Apalagi, saat proses rekapitulasi suara. “Dia kelelahan, kami sudah sampaikan untuk gantian menjadi saksi, tetapi dia tetap mau ikut rekapitulasi karena adanya mandat dari partai,” bebernya.

Meski demikian, dia berharap agar kasus ini menjadi perhatian, terutama di internal partai. “Untuk santunan, kami akan bicarakan di rapat nanti, apalagi ketua kami masih berada di luar daerah,” kuncinya. (*/zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...