Di Surabaya, PSI Lebih Unggul dari Nasdem, PAN, dan PPP

Jumat, 26 April 2019 - 14:47 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA–Hasil pemilu legislatif di Surabaya tidak berbeda jauh dengan periode sebelumnya. PDIP tetap terdepan dengan raihan sekitar 35 persen suara. Kursi yang diraih juga tak beda jauh, 15-17 kursi.

Meski demikian, ada sejumlah kejutan. Yang pertama adalah merosotnya suara Partai Demokrat.

Data internal sejumlah partai dan hasil quick count sejumlah lembaga menunjukkan hal tersebut. Dari ranking kedua lima tahun lalu, partai tersebut melorot ke peringkat keenam.

Kejutan lain performa Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Meski secara nasional diprediksi tak lolos parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen, partai baru tersebut mendapat suara lumayan di Surabaya.

Paling sedikit mereka bisa meraih tiga kursi dan berpeluang menambah satu kursi lagi.

Direktur SCG Research ang Consulting, Didik Prasetyono merilis hasil survei pileg tingkat DPRD kota.

Data tersebut didapatkan lewat rekap suara dari seluruh kelurahan dan kecamatan. Namun, input yang masuk masih 91 persen. “Memang masih ada kemungkinan berubah. Tapi, dari sini saja, kami sudah melihat suara PSI sangat luar biasa,” jelas Didik.

PSI memastikan tiga kadernya lolos dari dapil 1 (Bubutan, Genteng, Gubeng, Krembangan, Simokreto, dan Tegalsari), 3 (Bulak, Gununganyar, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo) dan 5 (Asemrowo, Benowo, Dukuh Pakis, Karang Pilang, Lakarsantri, Pakal, Sambikerep, Tandes, dan Wiyung).

PSI berpeluang mendapat tambahan kursi di dapil 4 (Gayungan, Jambangan, Sawahan, Sukomanunggal, dan Wonokromo). Caleg PSI masih memperebutkan kursi ke-10 bersama Nasdem dan PDIP.

Berdasar hasil SCG, suara PSI ada di peringkat ke-7. Yakni, mengungguli Nasdem, PAN, dan PPP. Didik menjelaskan fenomena PSI tersebut pernah terjadi saat Partai Demokrat kali pertama mengikuti pemilu.

“Mirip Demokrat 2004. Kampanye nasional mereka berhasil dan imbasnya ke daerah-daerah. Namun, khusus PSI ini, cuma kuat di daerah kota,” ucapnya.

Didik mengungkapkan, suara PSI hanya kuat di kota-kota besar. Antara lain, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Namun, di kabupaten, suara mereka kecil. Karena itulah, PSI tidak lolos ke DPR RI. Menurut Didik, suara PSI justru menggerus PDIP. Sebab, basis konstituennya hampir sama.

Sekretaris DPD PSI Surabaya, William Wirakusuma menjadi salah satu caleg yang memperoleh suara tinggi. Bahkan, di dapil 3, William mendapatkan jatah kursi ke-3.

Padahal, di dapil Surabaya Timur tersebut banyak incumbent kuat seperti Ketua Bapilu Demokrat Surabaya, Herlina Harsono Njoto dan Ketua Bapilu PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

William mengungkapkan PSI lebih banyak masuk ke perumahan-perumahan yang selama ini tidak dimasuki partai-partai lain.

Warga perumahan memang memiliki kecenderungan untuk golput lebih tinggi. Terutama perumahan elite. ”Tapi, kami masuk sampai Pakuwon City dan diterima dengan baik,” ujarnya.

William masih meyakini menunggu perolehan kursi ke-10 dari dapil 4. Secara hitungan internal partai, PSI meyakini masih unggul dari dua partai tersebut sebesar 0,5 persen.

Namun, data itu masih bisa berubah. “Kalau bisa dapat kursi keempat, ya pas untuk satu fraksi,” kata pria yang pernah menempuh studi di Jerman tersebut.

Ketua Bappilu PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono tak mau mengomentari pernyataan didik tentang PSI yang menggerus suara PDIP. Menurut dia, partai yang mau terjun ke masyarakat bakal mendapatkan dukungan suara.

“Tak ada masalah dengan PSI. Kami menghormati hasil pilihan rakyat. Mungkin ke depan bisa jadi partner kerja yang baru,” ucap wakil ketua Komisi A DPRD Surabaya itu.

Baca Juga: PSI dan PKPI Tak Ikhlas PAN Merapat Jokowi

Dari hasil penghitungan SCG, PDIP terpantau masih mendominasi. Namun, Adi tak mau mengomentari hasil penghitungan suara.

Dia masih menunggu hasil rekapitulasi di seluruh kecamatan. Menurut dia, masih banyak data C1 yang dikoreksi. Dengan demikian, hasil penghitungan lembaga survei juga bisa berubah. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.