Jaga Keamanan, Waspadai Provokasi Pasca Pemilu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahasiswa dan masyarakat penegak keadilan menggelar aksi damai di depan Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (26/4). Masa aksi mengingatkan akan pentingnya menjaga perdamaian dan mewaspadai provomasi pasca Pemilu 2019.

Koordinator Aksi, Asril mengungkapkan bahwa paska pemilu, keamanan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara harus dijaga. Jangan sampai ada upaya menghasut rakyat. “Rakyat Indonesia sepatutnya mewaspadai adanya sejumlah pihak yang menjadi provokator Pemilu,” katanya, di Jakarta, Jumat (26/4).

Ia mengungkapkan bahwa, sejumlah figur seperti Amien Rais, Eggy Sudjana, Bachtiar Nasir dan lain-lain, melontarkan pernyataan yang bernada menghasut. Salah satu hasutan yang dimaksud yakni upaya mendorong people power jika ada kecurangan Pemilu. “Tetapi penyelesaian sengketa Pemilu sudah ada jalur hukumnya. Sudah ada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan sengketa hasil,” ungkapnya.

Asril juga mengungkapkan bahwa, barisan mahasiswa dan masyarakat penegak keadilan juga sepakat dengan tindakan tegas yang akan dilakukan oleh TNI dan Polri, terhadap oknum-oknum yang berupaya mengganggu keamanan. “Kami setuju dengan pernyataan Panglima TNI bahwa, Kabar hoaks, ujaran kebencian, dan tudingan fitnah yang berpotensi memantik konflik memang harus ditindak sesuai hukum berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, proses Pemilu sudah berjalan dengan tertib, lancar, jujur dan adil. Seluruh jajaran penyelenggara Pemilu baik KPU, dan Bawaslu mulai pusat sampai daerah bekerja keras menyukseskan Pemilu. Didukung aparat keamanan yang menjaga kondusifitas. Bahkan hingga ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia saat bertugas. “Suatu pengorbanan dari pahlawan-pahlawan demokrasi. Karenanya, hentikan cara-cara mendelegitimasi KPU,” tuturnya.

Dirinya pun sangat optimistis, KPU tidak mudah diintervensi oleh pihak manapun. “Tidak perlu lagi kita ragukan kredibilitas KPU. Tidak mungkin KPU mengkhianati demokrasi,” pungkasnya. (yog)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...