Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Hukuman Konglomerat Edward Ditambah 15 Tahun

Jumat, 26 April 2019 14:19

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman konglomerat, Edward Soeryadjaya menjadi 15 tahun penjara subsider tiga bulan kurungan, dan denda Rp500 juta, dari vonis sebelumnya 12,5 tahun. Edward merupakan terdakwa kasus korupsi pensiunan dana Pertamina tahun anggaran 2014-2015.“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun denda Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” demikian bunyi putusan perkara, Jumat (26/4).Selain itu, Edward juga dikenakan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa sebesar Rp25.630.653.500, jika ia tidak membayar uang penganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. Harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.Putusan banding ini diketuk majelis hakim yang diketuai Elang Prakoso Wibowo dengan anggota Mohammad Zubaidi Rahmat, I Nyoman Adi Juliasa, Reny Halida Ilham Malik, dan Lafat Akbar.Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI menyatakan mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor perkara 34/Pid.Sus/TPK/PN.Jkt.Pst tanggal 10 Januari 2019 yang dimintakan banding. Namun hanya sekadar pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa.Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis selama 12 tahun 6 bulan penjara kepada Edward Soeryadjaya.Selain pidana penjara, majelis hakim juga mewajibkan Edward membayar uang pengganti senilai Rp25,6 miliar paling lambat 41 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila uang pengganti tidak dibayar, maka harta benda akan disita atau diganti hukuman kurungan selama satu tahun.

Bagikan berita ini:
8
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar