Polisi Sita Satu Mobil Dokumen Anggaran KPU

Jumat, 26 April 2019 21:17

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan korupsi dana hibah pilwalkot Makassar terus digenjot penyidik. Setelah memeriksa dua tersangka Sabri dan Habibi, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel menyita ratusan dokumen atau satu mobil open cap.Dokumen yang disita penyidik soal LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) penggunaan dana KPU Kota Makassar tahun 2017 dan tahun 2018, Jumat (26/4/2019).Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati mengatakan, penyidik tadi melakukan penyitaan dokumen di Kantor KPU Makassar. “Kita akan mengkroscek materi, dan pasal dari keterangan tersangka,” katanya.Sebab, keterangan tersangka butuh diverifikasi dalam dokumen yang sudah disita tersebut. Termasuk untuk menerapkan pasal-pasalnya nanti. “Namun, untuk mempelajari dokumen itu memerlukan waktu tidak sebentar,” terang perwira berpangkat satu melati yang murah senyum itu.Sebelum penyitaan, penyidik mendalami proses pencairan anggaran dana hibah pada pilwalkot menjadi untuk menemukan fakta baru dalam kasus yang menjerat Sekretaris KPU, Sabri dan mantan Bendahara KPU, Habibi.Dari 19 pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Sabri yang didampingi kuasa hukumnya sekaitan dengan proses pencairan anggaran.Selain itu tetap mendalami keterlibatan dari peran mantan Komisioner KPU yang lain. Sebab, berdasarkan informasi masing-masing komisioner memiliki pertanggung jawaban atas dana tersebut.Bahkan, setiap anggaran yang keluar selalu dirapat plenokan. Mantan Ketua KPU yang menandatangani juga semua. Penyidik juga mendalami jabatan Sabri selaku Sekretaris KPU, serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). “Ini fokusnya masih dalam penggelapan jabatan,” beber Yudha sapaan karibnya. (gun)

Bagikan berita ini:
7
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar