Tuntut KPU dan Bawaslu Profesional, Massa Long March dan Tandatangani Petisi

Jumat, 26 April 2019 - 20:29 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat menggelar aksi damai di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng di Kota Semarang, Jumat (26/4).

Sebelumnya, massa yang berasal dari berbagai elemen ini berorasi di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan, Semarang. Tak berselang lama, mereka long march
menuju Mapolda Jateng dan kantor KPU Jateng Jalan Veteran.

Beberapa poster tampak dibawa massa seperti ‘Mari Kita Kawal Pilihan Rakyat’, ‘Menang Karena Di Pilih Rakyat Bukan Menang Karena Curang’ hingga ‘Suara Rakyat Adalah Amanah Pastikan Pemilu Bersih Jujur Dan Adil Demi Tegaknya Demokrasi’.

Mereka menuntut agar KPU dan Bawaslu bekerja profesional dalam menyelesaikan semua tahapan Pemilu 2019 dengan cermat, jujur dan adil.

Zulkifli, salah satu orator dalam aksi tersebut mengatakan, Pemilu merupakan sarana demokrasi sebagai bentuk legitimasi, bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Hal itu sebagaimana dituangkan dalam UUD 1945 pasal 1.

“Masyarakat patut bersyukur Pemilu pada 17 April 2019 berjalan dengan aman dan damai. Namun, kita sebagai rakyat juga sangat menyayangkan dengan begitu banyaknya indikasi kecurangan di berbagai wilayah, mulai sebelum pencoblosan hingga perhitungan suara yang mengarah kepada kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif,” kata Zulkifli.

Tugas utama KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu adalah mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pemungutan suara secara transparan, akuntabel, jujur dan adil. Hal itu sebagaimana dijelaskan secara rinci dijelaskan dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

“Selanjutnya, menjadi kewajiban kita bersama selaku rakyat sebagai pemegang kedaulatan untuk ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan secara bersih, jujur dan adil,” katanya.

Dari data temuan lapangan, katanya, ada sekitar 7.132 kasus pelanggaran selama Pemilu 2019. Dia pun sempat merinci bentuk sejumlah pelanggaran itu.

Dia juga meminta penyelenggara maupun aparat keamanan netral dan profesional. “Penyelanggara Pemilu maupun jajaran aparat keamanan agar bekerja secara netral dan profesional, serta tidak memihak kepada salah satu pasangan calon dan partai politik mana pun. Keprofesionalan dan kenetralan KPU akan memberi kontribusi besar terhadap kepercayaan rakyat kepada proses politik yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta agar KPU lebih respek dan responsif terhadap berbagai kritik dan masukan dari berbagai pihak, selalu meng-update semua informasi penting terkait penghitungan suara yang menjadi isu sentral pada hari ini hingga pengumuman hasil penghitungan suara pada 20 Mei 2019 mendatang.

“Penanganan pelanggaran dan tindak pidana pemilu harus dijalankan secara adil, tidak memihak kepada kubu salah satu peserta pemilu atau partai politik tertentu,” tegasnya.

Dalam aksi damai tersebut, massa juga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk. Tanda tangan tersebut merupakan petisi sebagai bentuk ungkapan menolak kecurangan Pemilu.

Tak lama berselang, massa membubarkan diri dengan dikawal aparat keamanan. (SEN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.