Universitas Patria Artha Cetak 295 Sarjana Baru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Patria Artha (UPA) menggelar wisuda ke-IV di Maraja Ballroom Hotel Sahid Jaya Makassar, Jl DR Sam Ratulangi Makassar Sabtu (27/4/2019).

Di momen ini, Universitas terkemuka yang berlokasi Jl. Tun Abdul Razak, Paccinongang, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tersebut, kembali ‘menelurkan’ sebanyak 295 sarjana baru dari tiga fakultas masing-masing, Fakultas Ekonomi, Kesehatan dan Teknik.

Rektor UPA, Bastian Lubis SE MM, menyampaikan bahwa ini jadi momen awal untuk mengabdi di masyarakat. Untuk membuktikan bahwa para alumni siap berkarya membangun bangsa. “Setelah ini, maka waktunya mengabdikan ilmu yang diperoleh selama kuliah,” kata Bastian.

Dalam kesempatan ini, Bastian juga memberikan semangat kepada para wisudawan/wisudawati untuk tidak hanya fokus mencari kerja semata. Namun, menekankan upaya untuk mandiri dan memberdayakan dengan menjadi pengusaha. “Sudah banyak lulusan Patria Artha yang jadi entrepreneur,” katanya.

Sementara, Ketua Yayasan, Ita Hartati Ak MBA mengungkapkan, kompetisi persaingan saat ini sudah lintas negara. Artinya persaingan bukan hanya secara domestik tapi juga bersaing dengan para profesional luar negeri. “Ini tantangan untuk tidak berhenti belajar,” pesannya.

Ita melanjutkan, yang dibutuhkan lulusan saat ini adalah inovasi dan punya jiwa intreprenurship yang kuat. Terus meningkatkan keterampilan di manapun nanti berkarir, baik di sektor pemerintah dan swasta.

Saat bekerja di tempat kerja masing-masing, pelajar sejati mendalami semua keilmuan lewat sarana yang tersedia.

Pihak yayasan pun meminta jajaran akademik UPA untuk senantiasa ‘update’ diri. Menyesuaikan segala hal, baik kurikulum, metodologi termasuk gaya belajar disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yang kini di masa milenial

Di kesempatan yang sama, Pakar Anatomi, dr Safiq PA, memberikan motivasi kepada para sarjana muda dan para orang tuanya dalam orasinya. Salah satu yang paling dia tekankan adalah jangan takut untuk berkarir di manapun tempatnya, meski harus jauh dari keluarga.

“Dari pada anak kita jadi honorer di sini. hanya Tuhan yang tahu kapan gajian. Hanya Tuhan yang tahu kapan jadi pegawai negeri. Lebih baik anak kita berkarir di luar Kota atau bahkan di luar negeri,” pesannya. (ama)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...