272 KPPS Berguguran, Sandi: KPU Jangan Kejar Tayang

Minggu, 28 April 2019 - 16:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperhatikan keselamatan petugas PPK (panitia pemilihan kecamatan), yang saat ini melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2019.

Jangan sampai nasib mereka seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dimana cukup banyak yang meninggal dunia.

Sandiaga meminta KPU tidak kejar tayang, kemudian memaksakan petugas PPK untuk bekerja keras. “Jangan kejar tayang karena kalau misalnya dikejar tayang, akhirnya korban terus berjatuhan. Ini sangat-sangat bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia,” ujar Sandiaga Uno ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (28/4).

Hingga saat ini, tercatat 272 petugas KPPS meninggal dunia selama proses Pemilu 2019. Sandiaga meminta KPU harus menghitung kemampuan fisik petugas dalam menjalankannya tugas.

“Kalau orang disuruh kerja dari jam 8 (pagi) sampai jam 12 malam, jam 9 (pagi) sampai jam 12 malam, kelelahan kan, ini sangat tidak manusiawi menurut saya,” ungkap dia.

Baca Juga: Menang Quick Count, Ma’ruf Berterima Kasih Nahdliyin

Sandiaga mengatakan, peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS ialah sebuah bencana. Dia tidak ingin jumlah petugas KPPS yang meninggal terus bertambah.

“Ini akan terus berlangsung. Proses ini paling tidak 5 sampai 6 hari (rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan, red), karena rata-rata baru di angka 50 persen,” ungkap dia. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.