Abeka Pendukung O2 di Jateng Buka Posko Pengaduan Kecurangan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Sejumlah pengacara yang tergabung dalam Advokat Bela Keadilan (Abeka) pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno membuka posko pengaduan tentang pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Posko pengaduan tersebut dibuka di Sekretariat Relawan Prabowo-Sandi Jawa Tengah, Jalan Pamularsih nomor 95 Kota Semarang. Abeka juga menyiapkan saluran komunikasi pengaduan melalui telepon dan aplikasi percakapan Whatsapp di 081393329639 dan 081326855857.

Koordinator Abeka, Listyani mengatakan, pembentukan posko dan layanan pengaduan itu untuk menjembatani masyarakat yang mengetahui adanya kecurangan namun tidak berani melapor. Dia memetakan hal itu terjadi di Kabupaten Boyolali.

“Sebagai contoh, misalnya di Kabupaten Boyolali, ada masyarakat tahu persis ada kecurangan, pelanggaran, tapi tidak berani melaporkan, karena ada pihak tertentu dan oknum-oknum tertentu yang mengintimidasi,” kata Listiani di posko, Sabtu (27/4).

Lebih lanjut, Listiani mengatakan bahwa dengan adanya tim advokasi tersebut masyarakat yang mempunyai informasi dan mengetahui adanya kecurangan dapat melapor.

“Dengan adanya tim advokasi, akhirnya mereka (masyarakat) berani melaporkan dan kami sudah supervisi ke lapangan untuk ditindaklanjuti,” kata dia.

Listiani menambahkan, koordinator relawan Prabowo-Sandi di 35 daerah di Jawa Tengah juga siap melaporkan jika ada pelanggaran dan kecurangan yang terjadi di daerah masing-masing.

“Temuan kecurangan Pilpres di lapangan terlalu banyak, kami berharap dengan adanya posko ini bisa bersinergi dengan relawan yang ada di Jawa Tengah untuk mengadukan dan melaporkan kecurangan Pemilu khususnya Pilpres,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bidang advokasi hukum Muhammad Taufiqurrohman mengapresiasi kerja para advokat di Jawa Tengah dan berdirinya posko tersebut.

“Tujuan posko pengaduan yang kita bentuk ini adalah agar masyarakat terlibat aktif melaporkan proses kecurangan yang terjadi dalam Pilpres kemarin, kecurangan itu masih bisa terjadi,” katanya.

Taufiq berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dan menyampaikan informasi jika mengetahui adanya kecurangan dalam Pilpres. “Apapun yang menjadi kecurangan, publik di Jawa Tengah tidak perlu ragu atau sungkan melaporkan di posko ini atau menghubungi melalui nomor yang tertera tersebut,” ungkap dia. (SEN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...