Perpisahan yang Mengharukan Shania

  • Bagikan
Pertunjukan berlangsung dengan apik. Show tersebut ditutup dengan mengumumkan Beby Chaesara Anadila sebagai kapten JKT48 menggantikan dirinya. Lalu, Shania berjalan ke bagian atas panggung, dan meletakkan mic yang digunakan untuk bernanyi di sebuah tempat dengan desain awan. Simbol bahwa Shania tak lagi bernyanyi bersama JKT48. "Aku sudah hampir 8 tahun bersama JKT48," kata Shania mengawali sesi press conference usai graduation ceremony. Dia kembali menegaskan kalau lulusnya dari JKT48 karena ingin keluar zona nyaman. Sebab, dia sudah bergabung dengan JKT48 saat masih 13 tahun. Shania yang merupakan member generasi pertama JKT48 itu membuka beberapa hal terkait kelulusannya. Salah satunya, keinginan untuk lulus dari JKT48 yang sudah muncul sejak dua tahun lalu. Saat usianya masih 18 tahun, Shania mengaku ingin menggapai mimpi barunya saat menginjak 20 tahun. "Setahun lalu ngomong ke manajemen, dan November 2018 ngumumin graduate. Sekarang graduation ceremony dan besok (Minggu hari ini) last show di teater," terangnya. [caption id="attachment_454879" align="alignnone" width="670"] Shania Junianatha (kanan) saat menyanyikan lagu Papan Penanda Isi Hati di Balai Sarbini, Sabtu (27/4). (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)[/caption] Selama hampir delapan tahun, Shania sudah mendapatkan banyak hal. Salah satunya, hubungan erat antar member JKT48, staff dan dengan penggemar. ’’Ini lebih dari keluarga karena 75 persen waktuku, aku habiskan di JKT48. Ini salah satu hal terbesar di hidupku,’’ akunya. Itulah kenapa, menurut Shania, melepaskan JKT48 di belakang namanya bisa dikatakan tak mungkin. Shania justru tetap suka jika terus melekat. Cuma, karena JKT48 lekat dengan idola, sekarang dia sudah seperti perempuan lainnya. ’’Aku juga nggak akan merasa risih atau bete dengan nama JKT48,’’ imbuhnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan