1.600 Korban Banjir DKI Mengungsi, Anies: 2015 Lebih Banyak

Senin, 29 April 2019 - 13:36 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membandingkan jumlah pengungsi akibat banjir kali ini dengan 2015 lalu. Dia menyebut, 2015 lalu pengungsi lebih banyak dibandingkan 2019 ini.

“Coba bayangkan tahun 2015 ada 230 ribu orang mengungsi, kemarin 1.600 orang kenapa terjadi? Karena volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi kalau dibandingkan sangat kecil dibandingkan dengan 2015,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta. Senin (29/4)

Anies berpendapat, bencana banjir kiriman di Jakarta sangatlah membutuhkan waduk-waduk penahan agar kawasan pinggiran kali tak mendapatkan air limpahan tersebut.

“Kenapa keduanya terjadi ? Karena air hujan di hulu tidak dikendalikan. Begitu hujan ya langsung mengalir, kalau itu dibuatkan waduk-waduk maka volume air yang turun akan terkendali. Itulah jangka pendek yang harus segera dituntaskan,” ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Pentingnya pembangunan waduk, kata Anies, saat ini tengah dibangun pemerintah pusat, sebab banjir kiriman tak hanya menyerang Ibu Kota tapi juga kota-kota lain seperti Bekasi dan Tangerang.

Pengungsi korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

“Bisa saja kita memperhatikan lebih banyak jakarta tapi kenyataannya bekasi mengalami, tangsel mengalami, tangerang mengalami krna kita semua ada daerah pesisir,” ucapnya.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada dua orang yang meninggal dunia akibat banjir di Jakarta karena terseret arus dan terkena serangan jantung. Selain korban jiwa, BNPB mencatat 2.258 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta.

Baca Juga: Banjir Enrekang: Sekolah Diliburkan, Pasar Sentral Tutup, dan Jembatan Putus

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyampaikan pengungsi akibat banjir terus berkurang. Hingga Minggu (28/4) kemarin, Kepala UPT Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan pengungsi tinggal 26 orang yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.