Caleg Hanura Ungkap Sulitnya Jadi Anggota DPRD, Katanya Warga Lebih Pilih Jilbab ketimbang Program

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Caleg DPRD Sulsel daerah pemilihan (dapil) VI yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare, Akbar Hasan kerap sapaan Akbar Polo ungkap sulitnya menjadi calon legislatif (caleg). 

Akbar Polo maju melalui Partai Hanura dan menempati nomor urut delapan. 

Ia mengakui, meski rekapitulasi penghitungan suara masih dilakukan oleh penyelenggara, namun harapan Akbar untuk duduk di DPRD Sulsel sudah pupus.

“Sebagian masyarakat ternyata masih memilih yang memberinya misal seperti jilbab, uang, sandal, atau mukenah,” kata Akbar Polo, di Makassar, Senin, 29 April.

Sebab selama ini, kata Akbar, selama masa kampanye, ia fokus untuk pendidikan politik ke masyarakat dengan lebih mengedepankan menjual program.

“Hanya menjual program ke masyarakat, saya tidak mau membeli suara masyarakat dengan sesuatu, itu untuk memberikan pendidikan politik yang baik,” tambahnya lagi.

Dari peristiwa ini, lanjut Akbar, ia berkesimpulan mengapa ada anggota DPRD terlibat korupsi saat sudah diberi amanah oleh masyarakat.

“Sebab ia mendapatkan suara dengan cara-cara membeli suara,” ungkapnya.

Akbar Polo membeberkan sejumlah programnya selama kampanye, diantaranya, membebaskan pembayaran PBB rumah, membiayai anak SMA yang ingin lanjut ke universitas.

“Saya sudah sampaikan saat kampanye, bila terpilih akan bebaskan bayar PBB, juga akan bayarkan biaya kuliah. Tapi, masyarakat tak melihat itu, lebih memilih yang memberinya uang atau jilbab,” bebernya. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...