Elite PAN Bergolak, Bara: Yang Teken Petisi Belajar Sejarah Dulu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo mengungkapkan, di internal partainya muncul suara-suara yang menginginkan tindakan terhadap Bara Hasibuan.

Sebab, Bara sebagai Wakil Ketua Umum PAN bermanuver dan mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) di Pilpres 2019.

Partai pimpinan Zulkifli Hasan itu memang menjadi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno. Keputusan itu diperkuat hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN.

“Jadi itu reaksi para pengurus dan kader. Mereka melihat Bara berkali-kali melecehkan keputusan Rakernas PAN 2018,” kata Drajad Senin (19/4).

Salah satu suara yang muncul di internal PAN adalah desakan agar Bara dipecat dari posisi wakil ketua umum. Desakan itu terlihat dalam petisi yang menyebar melalui pesan WhatsApp.

Hanya saja, Drajad tidak memerinci manuver Bara yang membuat internal PAN bergejolak. Namun, politikus yang juga dikenal sebagai pengamat ekonomi itu mengakui petisi yang beredar merupakan respons atas manuver Bara.

Walakin, Bara bergeming pada sikap politiknya. Putra pendiri PAN, Albert Hasibuan itu menepis anggapan dirinya melanggar rakernas partainya.

Baca Juga: Parpol Koalisi KIK Kuasai 349 Kursi Senayan, Hasto: Gerindra dan PKS Pun Puas

Bara menegaskan, dirinya tidak tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. “Saya tidak pernah ikut dalam kegiatan kampanye Jokowi,” tegasnya.

Menurut Bara, dirinya tahu betul platform PAN. Legislator PAN itu mengaku ikut menyusun nilai-nilai dasar partai berlambang matahari itu pada 1998.

“Yang menandatangani petisi itu tidak terlibat dalam pendirian partai. Saya minta mereka belajar sejarah dulu,” pungkasnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...