Laporan ke Darat Harus Panjat Pohon Kelapa

Senin, 29 April 2019 07:11

Saat hendak melaporkan perkembangan pemilu dari tempat tugasnya pun, ia harus memanjat pohon kelapa. Jaringan telekomunikasi sangat terbatas.Tidak seperti para petugas yang ada di daratan yang bisa setiap saat komunikasi dengan penyelenggara dan pengamanan lain. Bagi mereka yang bertugas di pulau terluar, butuh perjuangan agar dapat terhubung ke ibu kota.”Harus manjat pohon kelapa untuk dapat jaringan telepon seluler. Itu pun belum tentu terhubung. Butuh perjuangan untuk dapat tembus itu telpon ke darat. Kita sudah panjat pohon. Tetapi untung kalau jaringan lagi bagus. Tetapi kalau tidak, kita turun lagi dari pohon,” jelasnya, lalu tertawa.Stevy sangat merasakan betapa tertinggalnya masyarakat pulau terluar yang tidak dapat memantau perkembangan informasi saat ini.”Tidak ada alat komunikasi lain. Jadi warga di sana memang hanya berharap jaringan telepon itu saat memanjat pohon kelapa atau di tempat yang lebih tinggi lagi. Harus hati-hati juga saat dapat jaringan. Karena kalau goyang sedikit signal langsung hilang lagi,” katanya.Tidak hanya itu, untuk memantau penyelenggaraan pemilu di TPS lain, Stevy harus berkeliling pulau. Menumpang perahu milik nelayan yang melintas. Tetapi, tetap saja harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.Di pulau itu, daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 750 orang. Di sana, mereka terisolasi dalam hal komunikasi antarpetugas. Beruntung, di pulau tempatnya bertugas, kerap muncul jaringan saat memanjat pohon.

Bagikan berita ini:
1
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar