Minggu Ceria, Pengunjung Padati Bantimurung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS–Pekan terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadan, biasanya warga memanfaatkan waktu liburannya dengan berkunjung ke tempat wisata.

Seperti halnya di Taman Wisata Alam Bantimurung, sejak Minggu pagi, 28 April pengunjung sudah terlihat berdatangan dan antre di loket pembelian tiket.

Tahun ini di Bantimurung sudah menggunakan tiket elektronik atau e-Ticketing. Sehingga bagi pengunjung yang datang akan membeli tiket yang berisikan barcode dan di scan saat akan masuk.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Nuryadi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan memasuki Minggu Ceria atau puncak kunjungan sepekan sebelum memasuki Ramadan.

“Jadi hampir tiap tahunnya seperti itu, masyarakat akan memanfaatkan waktu liburnya untuk datang berkunjung ke tempat wisata sebelum memasuki Ramadan, ini sudah kita prediksi,” katanya.

Bahkan diakuinya jika melihat tingkat kunjungan tahun lalu pada momen yang sama, minggu ceria mencapai 12 ribu pengunjung.

“Semoga hari ini juga bisa seperti itu. Meskipun kita tahu pengunjung biasanya terbagi-bagi karena selain Minggu ini masih ada tanggal merah pada tanggal 1 mendatang. Tapi kami optimis minggu ceria ini tingkat kunjungan bisa meningkat dibanding weekend biasanya,” ungkapnya.

Apalagi kata dia berdasarkan jumlah tiket yang keluar hingga pukul 13.00 wita sudah mencapai 7.600.

“Jadi memang masih tinggi tahun lalu, tapi kita tetap optimis tahun ini juga kunjungan masih tinggi. Akan tetapi memang tahun ini sedikit berbeda, karena pengunjung lama mengantre karena sekarang menggunakan sistem scan barcode, sehingga pengunjung harus menunggu beberapa detik dulu. Makanya agak sedikit lamban dan terjadi antrean panjang,” akunya

Namun kata dia, dengan sistem ini tentunya lebih safety dan data juga jauh lebih bagus. “Setidaknya ini meminimalisasi kebocoran PAD karena pengunjung baru bisa masuk setelah membeli tiket yang ada barcodenya,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah mengatakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, pihaknya juga menyiagakan sekitar 120 personel gabungan. Mulai dari personel Polres Maros, Kodim 1422 Maros Basarnas, Koramil Bantimurung, Polsek Bantimurung, Dishub, Yonif Para Raider 433/JS, Satpol PP, dan dari Disbudpar.

“Kami sengaja melibatkan mereka agar para pengunjung bisa merasa lebih aman saat berwisata,” katanya.

Tidak hanya itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menatap para pedagang yang biasanya berjualan.

Kepala Seksi Ekonomi dan Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Andi Yuliana Hatta menambahkan, untuk memberikan pelayanan prima dan rasa nyaman bagi pengunjung kawasan wisata Bantimurung.

Baca Juga: PHI Siap Sambut Ramadan 1440 H

Pasalnya Disbudpar mengundang pelaku usaha untuk menyajikan jajanan makanan dan minumannya. Saat ini ada sekitar 50 pelaku usaha yang menyajikan makanan mereka.

“Kami tidak menarik retribusi untuk mereka yang berjualan di dalam. Ini merupakan salah satu langkah pelayanan kami kepada pengunjung Bantimurung jelang ramadan,” katanya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...