Pertahanan Indonesia 10 Besar Dunia, Menhan: Ancaman Nyata Pelanggaran Perbatasan

Senin, 29 April 2019 07:33

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan penilaian kekuatan pertahanan suatu negara bukan hanya dilihat dari kekuatan alutsistanya saja, juga bagaimana kekuatan rakyat mampu mengatasi berbagai ancaman.Artinya seluruh rakyat itu harus berpartisipasi membela dan mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman. Indonesia saat ini masuk dalam jajaran 10 besar kekuatan pertahanan, salah satu faktornya adalah karena meningkatnya kesadaran bela negara seluruh rakyat Indonesia.“Jadi kalau ada yang bilang masalah pertahanan tidak baik itu tidak benar. Sekarang kita nomor 10 atau 11 dari 193 negara. Artinya pertahanan kita ini kuat, masuk sepuluh besar,” ujar Menhan saat memberikan pengarahannya kepada segenap Prajurit TNI di jajaran Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Hanggar Skadron 45, Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, belum lama ini.Dalam kebijakan pembangunan kekuatan alutsista, menurut Menhan disesuaikan dengan hakikat ancaman terhadap pertahanan negara sehingga lebih efektif, efisien, dan tepat guna.“Sebagai Menhan, saya dalam membangun kekuatan pertahanan negara itu dilihat dari hakikat ancaman, dari hakikat ancaman itulah kita dapatkan tugas-tugas apa yang harus dilaksanakan,” kata Menhan.Ancaman perang terbuka antarnegara menggunakan kekuatan senjata, menurut Menhan dikategorikan sebagai ancaman belum nyata. Tetapi dapat menjadi nyata kalau kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa terganggu.Sedangkan ancaman nyata yang dihadapi saat ini adalah ancaman terorisme, bencana alam, pemberontakan, narkoba, pencurian sumber daya alam, dan pelanggaran wilayah perbatasan. “Ancaman-ancaman ini adalah ancaman nyata yang berulang – ulang, dan harus dihadapi serta direspons dengan baik,” ungkap Menhan.

Komentar


VIDEO TERKINI