Soal Kasus Hukum Dirut BJB, DPR: Harus Bersih dan Profesional

Senin, 29 April 2019 - 21:48 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus hukum yang menyeret Dirut Bank Jabar Banten (BJB) Agus Mulyana makin memprihatinkan. Agus Mulyana baru saja dipanggil oleh Bareskrim Polri Direktorat Resese Kriminal Khusus, Polda Jawa Barat (Jabar) sebagaimana terlampir dalam surat pemanggilan dengan nomor B/299/IV/2019/Dit Reskrimsus pada, 24 April 2019 kemarin.

Menanggapi pemanggilan ini, Anggota Komisi Keuangan DPR RI Hendrawan Supratikno mengingatkan agar posisi Dirut bank harus diduduki oleh orang yang profesional serta bersih bagi BJB.

“Figur- figur yang memimpin bank harus figur yang profesional dengan literasi etis yang tinggi. Bila tidak diambil tindakan tegas, perbuatan buruk akan berubah seperti kanker, yang sulit untuk diatasi,” kata Hendrawan kepada wartawan, Senin (29/4).

Hendrawan menegaskan, reputasi Dirut dapat menjadi modal untuk menentukan kepercayaan masyarakat, dan pertumbuhan bisnis bank.

“Ironisnya, bank sering jadi muara persekongkolan dalam pengucuran kredit, pembiayaan fiktif dan penyalahgunaan investasi,” tutur dia.

Hendrawan pun meminta agar pemanggilan Agus Mulyana dapat menjadi pertimbangan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan berlangsung pada tanggal 30 april 2019 ini. “Hendaknya ini menjadi pertimbangan serius dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” pungkas Hendrawan.

Sebelumnya, beredar sebuah surat pemanggilan pemeriksaan Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB) Agus Mulyana oleh Bareskrim Polri Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (Jabar).

Agus Mulyana sendiri dipanggil lantaran penyelidikan terhadap surat dari PT. Safe Insurance Broker tanggal 26 Febuari 2019 perihal permohonan hukum. Agus Mulyana sendiri merupakan calon Direksi dan Direktur BJB.

Pemanggilan ini semakin menguatkan kabar adanya dugaan fee yang diberikan calon direksi dan direktur kepada orang dekat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Uang yang dialirkan kepada orang dekat RK tersebut diduga hadir dari fee perusahaan broker asuransi yang memang selama ini menjadi komoditas seksi yang banyak diincar para pengusaha. Tidak tanggung – tanggung diduga fee tersebut mengalir senilai milliaran rupiah. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.