Videonya Viral Soal Skenario Terburuk Jika KPU Menangkan Jokowi, Pria Ini Ditahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Gegara videonya yang diduga memprovokasi dan beredar di media sosial, Samiun Ahmad (50), harus berurusan dengan polisi.

Dalam potongan video yang beredar, pria ini mengungkapkan analisanya tentang skenario terburuk jika KPU memenangkan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dia mengungkapkan, umat Islam akan melakukan aksi pada 22 Mei atau bertepatan “Skenario terburuk 22 Mei 2019, jika KPU hasil (Pilpres) yang tidak sesuai sesuai keyakinan pasangan 02, yakni kemenangan 60 persen (untuk Prabowo-Sandi, maka skenario terburuk umat Islam bersatu melawan rezim dan meminta Jokowi mengundurkan diri,” kata dia, pada salah potongan video berdurasi lebih dari dua menit tersebut.

Tidak hanya itu, Samiun juga membeberkan, jika aparat kepolisian memihak kepada rezim, kemungkinan berhadapan dengan umat Islam. Lantas, kata dia, bagaimana dengan TNI ?,
Pria ini kembali menjelaskan, TNI pasti tidak berani menembaki rakyatnya, TNI pasti akan menjadi gamang dan ragu-ragu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan Samiun ditahan. Menurutnya, yang bersangkutan dijerat pasal 45A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik yang merujuk pada ujaran kebencian terhadap SARA.

Selain itu, Samiun juga dikenakan pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana.

“Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” ungkap Dicky saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Senin 29 April 2019.

Dicky menjelaskan, video yang beredar tersebut sangat meresahkan masyarakat apalagi usai pemilu 2019 ini.

“Ini masih dalam tahap penghitungan suara, tentu ini sangat tidak baik sekali. Bisa menimbulkan provokasi terhadap masyarakat,” kata Dicky Sondani. (eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...